UA-89306807-1

Puisi Baper: Dear Kamu, Jika Nanti



dear kamu
yang dilahirkan dengan karakter penuh kejutan

suatu hari nanti
dalam marah
aku ingin tetap memotong kukumu di hadapan senja
lalu bersandar pada pundakmu yang bidang

dear kamu
aku ingin mendengar tawamu
aku ingin melihat senyummu
genggam tanganku
bahkan jika ada sebuah lubang menganga di hadapanmu

Surat untuk Penghujung Februari



Seiring berlalunya Februari untuk kesekian kali, hanya ingin menegaskan bahwa, semuanya telah selesai dan memulai. Pada rentih-rentih dalam doa, sehingga terlihat tegar dan diagung-agungkan kian dewasa.

Seiring berlalunya Februari, akan kuperkenalkan kuceritakan dengan bangga. Bagaimana melaluinya. Hari-hari itu matahari selalu mengusik dan bintang bersembunyi. Hidup tapi ada yang kurang.

Seiring berlalunya Februari, dengan penuh bangga kupersembahkan sebuah cerita. Bagaimana kembali jatuh cinta.

Seiring berlalunya Februari, ternyata ada Juni yang menanti. Walau tertatih, dipapahnya dalam senyum tawa beritma. Jangankan bintang, Nebula saja terasa begitu terang. Matahari tak berani mengusik. Hujan tak daya menghalau.

Q&A1: Kenapa Mau Jadi Guru?


4 years ago, where is me? 
Hari ini saya tidak ada kelas mengajar dan menghabiskan waktu bermalasan dan memanjakan diri. Namun ketika sebuah gambar bersama murid empat tahun lalu muncul di baranda akun facebook saya Isni Wardaton BA, saya teringat sebuah pertanyaan murid.

______

Saya duduk di meja guru merasa perkenalan dengan murid-murid sudah cukup jelas. Mereka adalah salah satu kelas yang saya ajarkan pelajaran Fisika untuk semester dua ini. Mereka mendekor kelas sangat cantik. Ya, itu karena mereka semuanya perempuan. Benar! Saya mengajar di sebuah dayah di mana kelas murid laki-laki dan perempuan dipisahkan.

Seorang murid memindahkan kursi duduknya dari belakang ke tengah kelas yang diapit oleh meja belajar teman-temannya. Semua mata tertuju pada remaja berkulit putih dan berkacamata seolah bertanya, 'apa yang sedang kamu lakukan di situ?'

Lalu murid itu mengancungkan tangan kanan langsung diiring dengan sebuah pertanyaan, "Kenapa Ummi mau jadi guru?"

Oh iya, di dayah Darul Ihsan kami guru perempuan disapa dengan panggilan Ummi sedangkan guru laki-laki dengan Ustadz. Rasanya sangat sejuk dan nyaman. Panggilan yang masih melekat padahal ada murid yang sudah masuk dunia perkuliahan.

Saya tersenyum mendengar pertanyaan itu lalu menjawab. Saya tidak tahu apakah mereka mengerti dengan jawaban ini. Tapi wajah mereka terpaku menunggu kalimat saya berakhir tanpa menyanggah dan tak lupa menyematkan Aamiin di akhir sebuah jawaban.

'Ummi tidak tahu kapan usia akan berakhir. Tapi yang Ummi tahu adalah sekarang berada di sini, di depan kalian sebagai guru untuk mengajar pelajaran Fisika. Bagi Ummi, bukan sekedar belajar Fisika namun juga menjadi teman di mana pada masa-masa kalian semuanya ingin lebih. Lebih diperhatikan, dipedulikan, ditanyakan, dalam artian ingin disayang. Mungkin nanti, jika Allah kasih rezeki Ummi anak dan ia tumbuh remaja sedangkan Ummi sudah tidak lagi di sisinya. Ummi berharap, dimana pun dia berada ada guru yang mau mengajarkannya dengan baik, menegurnya jika salah, menasehatinya jika ia khilaf, menjadi teman sehingga ia tidak menyerah dalam belajar. Oleh karena itu, selagi bisa Ummi ingin memulainya dengan memberi yang terbaik untuk kalian. Ummi selalu percaya, jika sikap kita baik untuk orang lain, mungkin bukan orang yang kita bantu akan membantu kita saat dibutuhkan, melainkan orang lainnya lagi. Selalu ada perantara yang tak disangka-sangka menjadi cara Allah membantu hambaNya."


Mau Wisuda? Telan Dulu Pahit Manisnya Belajar


Alhamdulillah dapat anugrah dari Dekan, 

Setelah menempuh studi selama tiga semester di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia dibawah beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) jalur Afirmasi akhirnya saya berkesempatan mengenakan pakaian toga garis dua. Ditanya rasanya? Bisa lulus GOT juga anak kampung ini. Hehehe. Saya benar-benar masih ingat bagaimana berjuang mendapatkan beasiswa, bersikeras menulis essay terbaik, berlatih wawancara. Hari-hari yang dilalui sebelum dan selama Program Keberangkatan (PK-25) di Wisma Hijau Jakarta. Bahkan yang paling lekat dalam ingatan adalah hari-hari sesudah pasca PK, jatuh cinta lalu patah hati, galau bertubi urusan visa belajar dan ketakutan untuk pertama sekali hidup di perantauan dalam waktu yang lama. Overall, dalam setiap lelah ingin menyerah saya berbicara pada diri sendiri.
Why me? It`s you. Allah udah percaya saya mampu, jadi kenapa malah diri sendiri yang mikir tidak mampu? Allah sudah memilih, kenapa seolah menyatakan pilihan Allah salah? Kenapa tidak mencobanya sedikit lagi, juga bersabar sedikit lagi.
Saya tersenyum ketika bangun tidur karena Ibu sudah dahulu terjaga dan segera meminta bergegas. Hari itu adalah hari wisuda master saya dan kehadiran Ibu di sisi, artinya salah satu mimpi saya ketika pertama sekali naik pesawat terbang sudah tercapai, ingin sekali Ibu merasakan keindahan semesta dari atas langit. Well, lagi-lagi semua berawal dari mimpi yang kemudian berlari kecil dalam doa hingga jatuh bangun bersama usaha. 

Alhamdulillah didampingi Ibu. :)
Beruntungnya lagi, saya wisuda di hari pertama dan mendapat jadwal pagi. Artinya, saya akan diberi ijazah master oleh permaisuri Negeri Perak, Zara Salim Davidson yang sangat cantik dan anggun. Prosesi kedatangan beliau dengan balutan jubah diiring oleh pengawal istana yang menggendong tongkat kerajaan. WOW! Rasanya saya sedang berada di dalam istana kerajaan.

She is the wife of the Sultan of Perak.
Lalu momen yang paling mengharukan adalah pembimbing tesis saya, Prof. Rosly yang keesokan harinya akan terbang ke Palembang, bela-belain kembali ke lokasi wisuda hanya untuk mengabadikan hari bahagia saya. "Saya bangga pada kamu, pulang dan ajarkan cikgu-cikgu Aceh," ucapnya yang dimata saya beliau selalu berjiwa muda. Teringat ketika hari ulang tahun beliau yang ke-61, saya dan Azie sedang sibuk memilih kue ulang tahun malah beliau berpesan, "jangan lupa bawa tesis." Ajleeb deh!

My the best Lecture, Professor Rosly
Berbicara tentang wisuda master, terlebih saya dilahirkan berkelamin perempuan tentu saja cemoohan tangan siapa yang akan digandeng di hari bahagia sempat menggoyahkan hati ini menahan marah. Terlebih di saat-saat ingin sekali menyobek tumpukan jurnal, memberantakkan buku-buku bahkan menghancurkan laptop. Sementara itu dengan gamblangnya dia yang mengaku sahabat malah memanas. "Untuk apa wisuda kalau nggak ada tangan yang bisa digandeng?" Ah, ternyata saya masih ingat ucapan itu. Menarik nafas dalam dan menghembuskannya.

Saya meletakkan gadjet dan memilih berjalan keluar kamar. Rumah yang hanya berinterior tiga kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang makan dan saya memilih balkon untuk menetralkan emosi. Balkon itu menghadap lapangan olahraga yang berisikan dua lapangan badminton, dua lapangan futsal, juga ada lapangan basket di sana. Dari balkon saya juga bisa melihat bukit hijau diseberang jalan. Pemandangan yang meneduhkan. Lalu kembali dan membalas pesannya. Saya tidak tahu apakah itu adalah jawaban yang tepat atau tidak, tapi saat itu saya tidak sempat untuk memikirkan tangan yang dimaksud olehnya. Ayah adalah satu-satunya tangan yang ingin kugandeng. Bahkan jika saya punya suami, tanpa tangan Ayah mungkin bukannya memilih istirahat ketika lelah melainkan MENYERAH. 

Teman seperjuangan, keep fighting girls.
Namun, apa saja yang telah dilalui. Siapa saja yang telah mendukung dan memeluk tubuh ini. Ketika beberapa memilih pergi dalam balutan tawa, tidak mau peduli atau sinis, kalian malah mengeratkan genggaman. Doa yang telah menembus jarak. Hati yang terpisah oleh tabir. Terima kasih sudah membersamai diri ini.

Akhir kata, pendidikan tinggi bukan untuk menguasai panggung sandiwara karena dalam hidup ini masing-masing dari kita adalah pemeran utamanya. So, peranan seperti apa yang ingin dimainkan?

Opps, pengen teriak, 'terima kasih LPDP dan semuanya. Love you until jannah.' 

12 Caption Instagram Ini Bikin Perasaanmu Terbang Ke Sumba Barat Daya

Seringnya saya meluruhkan rindu dalam sebuah paragraf. Maka pada postingan kali ini berisikan cuplikan 12 caption terbaik tentang perjalanan saya selama menjalankan mini riset di Sumba Barat Daya. Harapannya, gambar dan untaian kalimat ini menjadi catatan sejarah bahwa hidup yang singkat ini saya lalui dengan berani. Semuanya bermula dari mimpi. Welcome to Sumba.

Landing in Tambolaka Ariport (TMC), Sumba Barat Daya,

Caption 1:
Jika malam itu aku menyerah dalam lelah hingga kemudian dikalahkan waktu, mungkin tanah Sumba tidak pernah terpijak. Maka lagi-lagi benar kata Ibu, 'Dari kamarin usaha keras giliran yang sedikit lagi malah nyerah. Bagaimana jika yang sedikit lagi itulah kamu berhasil." Puji syukur, indahnya bumi Allah. 😉

Padang Lendongara (kayak bukit teletubies), Sumba Barat Daya.

Caption 2:
Di tengah hijaunya sabana Lendongara kita berdiri. Melepas tawa, merangkul harapan lalu saling teriakkan, 'betapapun sulit, hiduplah dengan bahagia.'
Bahkan suara tanah Marapu telah terdengar terang, lalu nikmat mana lagi yang membuat kita tuli?



Pulang dari (gagal) mengejar sunrise di Sumba Barat Daya.


Caption 3:
Kita dipertemukan untuk sebuah kata bernama mengabdi. Jujur, menyatukan isi kepala dengan karakter teman baru itu tidak mudah. Tapi seiring berjalannya waktu, hari-hari bersama kalian itu menyenangkan. Seru abis, gokil!

Pantai Kita, Tambolaka, Sumba Barat Daya.


Caption 4:
Lalu yang kubawa pulang dari tanah Sumba ini adalah sebongkah rindu. Padamu, aku ingin kembali.

Pantai Weekuri, Sumba Barat Daya.

Caption 5:
Subhanallah, inilah keindahan yang tersembunyi di tengah hutan Sumba Barat Daya.

Sunset di Pantai Kita, Sumba Barat Daya.


Caption 6:
Segala sesuatu pasti ada yg namanya 'untuk pertama kali.' So, nikmati aja proses belajarnya. 😉

Tambolaka Airport (TMC), Sumba Barat Daya.

Caption 7:
Hidup nggak bisa diprediksi banget yahh. Kadang harus ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Say good bye Sumba Barat Daya, melihat semangat ingin berubah lebih baik adalah pelajaran yang berharga untuk dibawa pulang.

Sabana Lendongara, Sumba Barat Daya.

Caption 8:
Jika saya dilahirkan di Serambi Mekkah Aceh sementara kamu di tanah marapu Sumba lalu dengan lantang mereka bertanya siapa kita? Kita adalah Indonesia. 

Sabana Sumba Barat Daya.

Caption 9:
Hari ini, kau adalah padang rindu bagiku.
Aku yang kau bisikkan tentang kuda bergerak lincah di tengah savana.
Juga awan yang perlahan menutupi sinar matahari, mengusirku untuk meninggalkanmu.
Petang ini, kau adalah padang rindu di mataku.

Debur ombak di Pantai Kita, Sumba Barat Daya.

Caption 10:
Ingin kuungkap lewat kata tentang rasa yang berhasil dipecahkan ombak. Bertaburan kilaunya. Aku pun terpukau lalu bangkit melepar tawa padamu yang sedang berjalan ke arahku. Pelankan, suara langkahmu terdengar jantungku. Jika sudah begitu, aku kehilangan kata-kata sesampaimu. Terlalu indah, maka tidak mengapa langkah itu lebih cepat. Segalanya, nikmati saja kini.

Rumah Adat Sumba Barat Daya.

Caption 11:
Setelah menempuh perjalanan yang panjang selama 20 jam, saya diselamatkan Allah untuk sampai ke timurnya Indonesia. Bahagia berderai harapan, kelak tanah marapu ini memanggilmu untuk sampai padanya. Datanglah bersama mimpi dan tebarlah senyum sebanyak-banyaknya. Mereka selalu siaga menerima senyum. Bahkan, membalasnya walau dari kaca jendela yang terlihat adalah titik. Mereka masih tersenyum memandang jejakmu. Ah, rindu selalu berakhir dalam sangkar narasi.

Sunset pertamaku di Sumba Barat Daya.

Caption 12:
Hi Senja. Pada akhirnya aku memilih gambar ini untuk memulai cerita. Bagaimana mungkin aku lupa, itu adalah senja pertama kita. Seperti baru terdampar dari tengah laut biru. Diantara kilauan pasir putih aku melihat derap langkahmu berjalan ke arahku. Aku memejamkan mata berharap kamu segera tiba, sayangnya hanya desir angin dan deburan ombak. Kamu melaluiku menarik tirai malam. Dengan lugunya di jalan pulang aku menunjuk, 'bintang itu kamu'.

***
Nah itulah 12 caption terbaik tentang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semoga rindu ini berkelanjutan. Tanah yang indah.






Merasa Bodoh, Nyari Parfum Ori Kok di Toko Refill


Setiap kali pulang libur semester pendidikan master di Malaysia, saya pasti menyempatkan ke toko buku. Saya merupakan penggila buku segar. Melihat buku baru lagi menarik rasanya ingin kumiliki saja semuanya. Saya mengelilingi rak demi rak, mengambil lalu membaca halaman cover belakang dan meletakkan di tempat semula beralih ke buku lainnya. Begitulah seterusnya hingga handphone saya bergetar sebuah panggilan dari seorang teman. Mengabari posisi sedang di toko buku Zikra, dia langsung saja menuju tempatku. Tengah asyiknya membaca buku yang sampulnya terbuka, sejenis wewangian berhasil menarik perhatian mencari asalnya. Saya menoleh ke kiri dan menemukan Jimmy sudah sampai yang juga asyik memilih buku.

"Is, rak Al-qur`an di mana ya?" tanyanya membangunkan saya dari hirupan wangi.
"Kamu mandi parfum ya?" balas saya bukannya menjawab pertanyaannya. Sementara yang ditanya bersikeras bahwa dia hanya menyemprot parfumnya sedikit saja dan tidak menyangka tercium. "Sengaja ya nutupin bau rokok?" masih tidak mau kalah. 

Jimmy mengaku memakai parfum yang diraciknya sendiri. Langsung saja saya meminta apa saja racikannya yang jelas-jelas tidak diberikannya. Saya terus membujuk dan ia pun berjanji akan meracik lebih untuk saya.

Sementara waktu berlalu, janjinya tak juga kunjung ditepati berakhir dengan menagihnya. Apes! Rupanya saya ditipu Jimmy karena parfum yang dipakainya adalah limited edition karena dibelinya di Jakarta. Yap! Itu parfum ori yang harganya jutaan. Langsung deh merasa diri kayak marmut. Begitukah wangi parfum ori? Disemprot sedikit wanginya berkeliaran. Harganya jutaan? Lagi-lagi saya menghela napas.

Menyadari saya kecewa dengan harga dan kelangkaan sementara sudah terlalu suka. Jimmy akhirnya menawarkan perpaduan beberapa jenis parfum untuk mendapatkan aroma yang serupa dengannya. Jimmy mengaku sudah mengujinya dan cukup membantu ketika parfumnya habis. 

Suasana hati kembali riang. Saya datang ke salah satu toko parfum refill dan membawa catatan perpaduan dua jenis parfum untuk minta diracik jadi satu. Hasilnya? Saya sempat kecewa karena wanginya terlalu lembut dan berbeda jauh dari yang dipakai Jimmy. Memang aromanya sudah sama, tapi saya tidak yakin itu akan membuat saya wangi bahkan setengah hari.

"Bang, ini enggak sama dengan yang teman saya pakai," ujar saya tidak bisa terima wanginya berbeda.
"Temannya beli dimana? Mungkin dia pakai yang ori kali," jawab penjual parfum.
"Lalu ini bukan ori?" Mendengar pertanyaan saya lelaki muda itu tertawa.
"Kalau yang ori harganya enggak semurah ini, sampe jutaan dan kita enggak cukup modal untuk jadikannya pasar." Saya manggut-manggut merasa bodoh diantara parfum yang seolah ikut menertertawakan.

"Enggak wangi kok parfumnya?" tanyaku saat melakukan panggilan di depan penjual parfum. 
Jimmy menghela napas panjang sebelum mengatakan, 'kan sudah dibilang nggak ada yang sama kalau pun ada mahal. Pakai saja itu, udah rada mirip,' membuat saya ingin masuk ke dalam botol parfum 30 ml. 

***

Yap, itu adalah awal dari kisah saya yang tergila-gila dengan parfum ori tapi dompet menangis miris. Hasilnya tetap pakai refill namun ya, kalian pasti pernah merasakan kekecewaan yang sama. Berbekas! Percikan parfum refill meninggalkan bercak noda yang tentu saja malu kalau lagi hangout. Belum lagi kalau kulit sensitif. Pasti kamu merasakan kulit kemerahan dan gatal-gatal. Nyebelinnya lagi kalau semprot di leher, tak jarang nyisa dakian. Jika disorot dari racikan parfum refill sendiri yang kurang sempurna dan tidak ada lebel BPOM, dikhawatirkan senyawa dalam percikan parfum menghidupkan sel kanker. Ah, makin digali lebih jauh bahaya pakai parfum refill nih ya, makin merasa khawatir dan disayangkan. 

Solusinya gimana dong?
Nah, beberapa hari terakhir ini saya diperkenalkan dengan parfum original kelas dunia asal Polandia. Federico Mahora atau kerap dikenal dengan FM menjadi pilihan wangi seharian saya sampai hari ini. Parfum FM bikin saya berani rekomendasi kepada pembaca bahwa, ini dia parfum original dengan harga murah tapi tetap megutamakan kualitasnya. 

Kenapa bisa murah?

Karena pendistribusian parfum FM ini begitu keluar dari pabrik langsung ke FM Grup yaitu ya member-member yang tersebar seluruh dunia, termasuk saya. Selajutnya, langsung ke tangan konsumen deh. Berbeda dengan parfum original lainnya yang melewati tahap advertising, distribusi, retailer baru deh ke tangan konsumen. Selain itu, parfum FM memanjakan konsumennya dengan cara meminimalkan harga penjualan, maka FM men-design khusus botol/kemasannya sehingga sangat berbeda dengan parfum merek branded lainnya. Kebayang ya gimana parfum FM bisa banting harga jadi murah banget.



Kok Mirip Parfum Import Lainnya?

Nah, penting untuk diketahui bahwa dari segi kualitas pembuatan Parfum FM sama dengan pembuatan merk parfum yang sudah terkenal dan duluan beredar di internasional. Aroma-aroma dari parfum FM tidak kalah kualitasnya dengan parfum yang sudah terkenal, dikarenakan FM membeli Bibit (essence) Parfumnya melalui DROM. 

Sekedar informasi bahwa 80% perusahaan parfum di dunia membeli essence parfum mereka dari DROM, dan inilah mengapa aroma parfum FM by Federico Mahora sangat identik dengan aroma parfum merek terkenal yang asli/original dari Eropa.



Kadar Parfumnya?

Membedakan parfum ori itu tahan atau tidak itu bisa dilihat dari kadar parfumnya ya. Nah, teman-teman juga perlu paham kadar dari parfum yang dipakai sekarang dan bandingin sendiri deh dengan yang lain. Beberapa pecinta parfum yang saya tanyai, 'pakai parfum apa sekarang?' dan setelah saya cek lebih jauh parfum ori bermerek mereka yang badrol harga 300 ribuan masih kadar Eau De Toilette (EDT) yaitu 5-15% dengan jangka ketahanan 4-6 jam. Sementara parfum FM sudah menggunakan kadar Eau De Parfum (EDP) yaitu 15-20% dengan jangka ketahanan 4-8 jam. Selain itu parfum FM juga menawarkan kadar Perfume (Parfum Extrait) yaitu 20-30% dengan jangka ketahanan 12 jam ke atas. Ajib! EDP saja sudah betah di luar seharian, bagaimana dengan Perfume ya. Ajiib deh! Jadi pengen punya juga, karena sekarang saya lagi pakai FM 314 yang sudah Eau De Parfum. Yap, dan FM 314 itu berdiri di barisan parfum cowok aromanya mirip Davidoff Cool. Yaa emang dasar saya suka parfum cowok ya. 

Begitu deh sekilas pengalaman atau sharing saya tentang Parfum. Jika ingin diskusi lebih lanjut bisa hubungi WA saya 085207880778 atau LineID isniwardaton. Udah, segitu dulu aja ya. Salam wangi bareng FM. :)

Mau liburan? Ini Dia Driver yang Cocok untuk Berwisata


Drivernya siaga mengabadikan momen seru kami

Ketika saya sedang melakukan perjalanan, persiapan terbaik akan dilakukan salah satunya ialah memilih driver yang supel, asik dan seru selama berperjalanan. Kenapa demikian, karena dialah yang akan memandu dan memberi kesan terindah selama berlibur. Nggak mau dong kesempatan sekali, sudah bayar mahal-mahal rental mobil, bensin dan jasa mengemudi malah garing. Ditanya tentang objek wisata kagak tahu, nyari toilet aja akurapopo. Eiits, bagi saya peran driver itu enggak sekedar bawa mobil dengan selamat lho, dia juga sedikit banyak harus tahu tentang sejarah, tempat wisata, kuliner, penginapan, dan juga info terkini.

Teman Perjalanan kami

Langsung saja saya kutip salam perkenalan dari Rental & Travel 3 SAHABAT ya. Rental dan Travel yang paling recommended deh. Yuuks disimak apa kata mereka.

Rental & Travel 3 SAHABAT
Jln. Banda Aceh – Medan KM.14
Contact Person; 081210194839 (Wahyudi)

Merupakan sebuah kebanggaan memberi pelayanan terbaik kami untuk Anda. Kami terus menyempurnakan pelayanan untuk lebih dekat dengan Anda. Kini Anda dapat dengan mudah melakukan orderan mobil di jam berapapun karena kami buka 24 jam, di hari apapun karena kami buka setiap hari dan di lokasi manapun di Kota Banda Aceh – Aceh Besar karena kami bersedia antar jemput hingga ke depan pintu rumah Anda. 

Nikmati semua layanan diatas dengan harga kompetitif. Percayakan kebutuhan kendaraan Anda kepada Rental & Travel 3 SAHABAT, kami telah dipercaya menjadi penyedia kendaraan untuk keperluan kerja berbagai pihak.
Rental + supir Rp. 500,000*
*Pelayanan yang ditawarkan sehari berperjalanan di Banda Aceh – Aceh Besar
*Akomodasi belum termasuk bensin

Kami juga menerima pemesanan Bus Besar minimal 25 orang dan Mini Bus untuk minimal 15 orang. Konfirmasi lebih awal dan dapatkan harga terbaik dari kami. 

Salam,

3Sahabat

Google+ Followers