UA-89306807-1

Ba bi bu Masalah… Ba bi bu masalah… Ba bi bu Setres!!

Ba bi bu Masalah… Ba bi bu masalah… Ba bi bu Setres!!

            ‘Kupikir-pikir lebih baik aku menyingkir…’
            Oops.. kenapa malah terawali dengan lagu jadul itu ya?? Hhmmn.. tapi nggak masalah toh itu juga yang menjadi masalah. (dilarang bingung! Hehe)
            Aku dan kamu pastilah mengenali lirik diatas, dan sadarkah kamu bagaimana efeknya dalam kehidupan disekitar kita?
            Tentu! Menyingkir. Pergi. Meninggalkan jejak lalu. Terserahlah apapun persamaan makna yang dimaksudkan dari lirik lagu jadul itu, yang ingin saya sampaikan hanyalah. Kenapa harus menyingkir??
            Masalahmu berat? Masalahmu besar? Masalahmu banyak? Masalahmu menumpuk?
            Aw aw aw… tenanglah kawan. Toh hidup cuma sekali. Kamu dan aku sama. Tentu!! Sama-sama pasti merasakan masalah hidup. Oke, sebut saja ia Bunga Kehidupan, nama yang cantik bukan?
            Hei!! Yaa kamu.. kamu yang lagi berjalan. Berhentilah sejenak. Mampir. Duduklah. Liriklah tulisan ini. Bacalah. Pahamilah. Lalu campakkan saja jika tak berfaedah. Simple bukan?
            Oke.. sekarang kamu pembaca yang budiman.
Kheeem kheeem…
Berbagai asumsi menutupi asumsi yang benar adanya. Pernahkah kamu berfikir? Tentu!! Karena kamu juga aku adalah manusia. Lantas bagaimana dengan masalah beratmu, masalah besarmu? Aw aw aw… aku adalah remaja, (siapapun kamu wahai pembacaku) anggaplah kamu juga remaja, yang pada umumnya dapat melewati fase-fase yang akan membawa seorang remaja dalam mencapai solusi yang paling relevan dalam setiap masalah yang kita hadapi. Dari berbagai sumber (sumber pengalaman pribadi juga, hehe) aku akan berbagi dengan kamu-kamu semua;
  1. Fase Pengakuan dan Pemahaman Masalah
Dalam fase ini, kamu haruslah menambahkah daftar informasi yang berkaitan dengan masalah yang sedang kamu hadapi. Maksud pengakuan disini ialah ketika kamu merasakan kehadiran tantangan dalam hidupmu saat si dia (masalah) hadir. Dan ketika kamu sudah mengenali si dia, tentu! Tentu akan memudahkan kamu menemukan sisi lain dari si dia. Maka dengan sendirinya akan muncul dalam diri kamu-kamu keinginan untuk memecahkan si dia itu.
Ayo….! Katakan pada dirimu kalo kamu tuh bisa kenali dia.
Semangat3!!!
  1. Fase Pemunculan Ide-ide dan Pembuatan Hipotesis
Dalam fase ini kamu-kamu haruslah tampil kreatif untuk menghadap si dia. Kreatif yang aku maksud disini bisa berupa keterbukaan kamu dalam menangkap ide-ide yang berseliweran dihadapanmu atau samara bahkan kilas datang dang pergi. Jika nampak, tangkap! Dan jangan biar si ide terlepas. Oke! Ide yang sudah kamu tangkap jika sekilas dilihat emanglah terasa nggak ada kaitannya dengan si dia. Siyapa sih si ide tu? Penting apa? Jawabannya penting dong gua gitu lhoo.. emang elo apa?
Ide itulah yang akan membawa kamu-kamu menuju menemukan solusi alternatif si dianya.
  1. Fase Pengambilan Keputusan dengan Asumsi yang Tepat
Dalam fase ini lakukan operasi-operasi kecil dalam perbandingan antara berbagai hipotesis yang udah kamu temukan lewat informasi serta hasil tangkapan ide-ide kamu tadi. Sudah? Lanjuuuuuut boss….!
Disini kamu membutuhkan perasaan dan jiwa yang tenang dalam melakukan timbang tindih antara satu asumsi dengan asumsi untuk mempermudah proses pengambilan keputusan yang terbaik. Tanyakan hatimu jika kamu mulai bingung. Tanyakan pada aku juga boleh, hehe…
  1. Fase Pemilihan dan Evaluasi Hipotesis
Dalam fase ini kamu-kamu dihadang dengan memilih kebenaran dari hipotesis yang telah kamu saring sebelumnya. Yakni, kamu bisa mengaplikasikannya terhadap kondisi si dianya. Tahap ini mampu mengetahui seberapa kencang sepak terjang  hipotesis yang sudah kamu temukan tadinya untuk menjadi solusi yang diinginkan oleh si dia.
Dan kamu akan menemukan hasil dari aplikasi tersebut melalui proses evaluasi yang memungkinkan kamu untuk bertindak, mengubah, merevisi, atau mengembangkan hipotesis yang telah dicoba tadi (dalam pengaplikasian).

            Semoga kamu-kamu menemukan jalan keluar dari kejaran si dia. Dan tentu kamu tidak perlu menyingkir. Hadapi. Lawan dia. Hancurkan. Tindih. Bunuh!!
Haha.. saya kejam!
            Hei,, jangan teuhing-hing begitulah.. kan aku jadi malu. :p
            Aku siap kok kamu campakkan.
            Hiks.. hiks..
            Tapi… makasih yhaaaa uda mau baca sampahnya aku.
            Yang penting!! Jadilah yang terdepan dalam setiap apa yang kamu hadapi hari ini maupun hari esok. Kamu adalah yang terhebat!! Kamu adalah idolanya kamu sendiri!! Mari tertawa untuk diri kamu sendiri… hahaha
Mari bertepuk tangan untuk aku,, plok plok plok…
Moshi moshi….

* siap dicampakkan! Hiks….
* assalamu’alaikum.. hiks, usap air mata pipi kanan kiriku… hiks… (Ini masalah untukku!! Aku kan menangkap salah satu dari kalian untuk kujadikan ide, bersiaplaaaaaah… nyyyaaammmy…)
* byeeeeeeeeeeeeee…

            Isni Wardaton
            10 Oktober 2010,, nulis lagi makan siang. Tulisan rampung nasi kug ndaaaaak habis-habis yhaaa? Parah!!

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers