UA-89306807-1

Lirik Bercinta

Aduhai malam, pandai nian kau ulur waktu untuk sempatkan kutuang beberapa lirik lagu ini. ^^

Kasihku Abadi - Inteam


Kamar hatiku, sekian lama
Suram dan sepi, kekosongan
Aku mencari insan sejati
Untuk menemani hidupku

Adam dan Hawa diciptakanNya
Disemai rasa kasih sayang
Agar bersemi ketenangan
Dan kedamaian di hati

Kuharap hanya keikhlasan
Dan kurindukan keramahan
Aku inginkan kemesraan
Berkekalan berpanjangan

Mengasihimu, dikasihi
Menyayangimu, disayangi
Merindui dan dirindui
Saling mengerti di hati

Biar hilang kabus di wajahku
Biar tenang resah di dadaku
Terimalah serta kabulkan harapan ini
Oh Tuhan

Ku melafazkan kata penuh makna
Bersaksi Tuhan yang Maha Pemurah
Hidup mati jodoh pertemuan
Ditentu Allah yang Esa
Perkenankan hasrat di hatiku

Moga impian kan dirahmati
Dipertemukan serikandi
Susah dan senang sama harungi
Demi cinta yang hakiki


Subhanallah, karena Ridha-Nya lirik nan indah itu mengalun indah berwujud doa. Baris-baris katanya penuh luapan isi jiwa, yang kering kerontang bila terus jauh dari kasih dan cinta-Nya wahai sang Pengenggam Jiwa.^^

Lalu buih-buih rasa menyayangi terus saja mengikuti ombak. Ruas jalanMu lah yang iringi setiap buih -hati ini- agar tidak terombang ambing dalam buaian ke tepian sunyi, menjilat landai yang lantas kering. Na`uzubillah. Basahi hati ini lagi, lagi, lagi... Ya Tuhanku.
***




















Segenggam Tabah - Inteam


Bertali arus dugaan tiba
Menakung sebak airmata
Namun tak pernah pun setitis
Gugur berderai di pipi
Tidak ditempah hidup sengsara
Suratan nasib yang melanda
Menongkah badai bergelora
Diredah bersendirian

Bagaikan camar pulang senja
Patah sayapnya tetap terbang jua
Sekadar secicip rezeki
Buat yang sedang rindu menanti
Segenggam tabah dipertahankan
Buat bekalan di perjalanan
Kau bebat luka yang berdarah
Kau balut hati yang calar

Telah tertulis suratan nasibmu
Derita buatmu ada hikmahnya
Terlukis senyum di bibir lesu
Tak siapa tahu hatimu
Biarpun keruh air di hulu
Mungkinkah jernih di muara
Biarpun jenuh hidup dipalu
Pasti bertemu tenangnya

^^Jika posisi berganti, aku adalah sang camar.
Maka, nikmat mana lagi yang patut kuingkari?
Bahkan, telah tertulis cerita untuk kisah kasihku, begitu apik, hingga dalam sepi melamun pun masih dapat terasa jelas basahan kasih sayangNya.

Kugenggam tabah dari luka yang pernah berceceran darah, kubaluti diri dengan pengaduan pada Maha Mendengar Maha, Menyembuhkan. Biar pun jenuh hidup, bukanllah saatnya mengopek luka dan memuncratkan kembali darah.^^

3 komentar:

  1. ah, ada blog juga yaa.. ^^

    BalasHapus
  2. Kak Ika: hehe, yoi... tapi masi baru nih...

    Kang: ^^ cuma lirik aja... hehe

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers