UA-89306807-1

Aku, Si Fisika dan Si Kimia

Fisika hai… kon fisik (bukan fisik).
Nah,, itu mah bukan kata-kata saya. Hehe, berhubung saya empunya tulisan ini dan saya anak fisika yang lagi jatuh bangun mencintai fisika, yang hidup mati mencintai fisika. Oh oh.. fisika.. kalian harus mengakui kalau bidang yang saya geluti ini adalah bidang terhebat. Ah ah ah.. betul!!

Lah saya di IAIN belajar agama, sejarah, kimia, matematika, kewarganegaraan, psikologi, hadist, bahasa arab juga bahasa inggris, bahasa fisika ada nggak ya?? Nah... itu penemuannya sedang saya geluti.

Sudah saya katakan, apa yang kami geluti ini sangat membanggakan, tapi jangan tanyakan bagaimana rasanya duduk di kursi kuliahan kalau sedang bertemu dengan mata kuliah Kimia, berhubung saya benci kimia. Nah, saya semakin merasa bodoh karena kimia akan menjamu banyak hal di fisika. Lha... saya pikir kalau masuk Fisika, sudah aman dari kejaran si Kimia. Nyatanya?? Saya kalah telak, kuat arus yang saya hasilkan sudah diledakkan oleh bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Apa hubungannya ya? Ntah… yang penting tuleeeh… biar capek yang baca,, :D

Jurusan Fisika… Oh hebatnya…
Jurusan Fisika.. buatku semangat..
*pakai irama cinta satu malam ya nyanyinya…

Jurusan Fisika,, waka waka ee ee..
Jurusan Fisika,, waka waka ee ee..
*Pakai irama euro 2010 ya nyanyinya…
:D


So ada apa dengan aku dan si Fisikaku?
Toh kami akur-akur saja, kami selalu sehati, selalu romantis, setia, dan tidak akan pernah bercerai apabila, jikalau, andaikata, bilamana si Kimia tidak mendekati si Fisikaku.

Tapi,, dia kekasihku,, dia sahabatku...!
Apa yang harus aku lakukan?
*mutar-mutar mencari solusi.

Setelah kukuras bak mandi yang kini terisi air mataku, si Fisika tetap saja kekeh lengket dengan si Kimia, aku mati gaya dibuatnya.

Setelah kutapakin tiap centimeter ruang dan waktu si Fisika selama hidupku, semenjak kuterjatuh dalam cintanya, aku yang sebenarnya bodoh, tidak cantik, tidak bodoh, tidak jelek, tidak tampan tapi manis, tidak gemuk tapi kurus, tidak nakal tapi bandel, tidak dan tidak yang jelas saya menggemaskan sehingga membuat si Fisika terkelepek-kelepek mencintai saya. 

Ah, kisah sebelum hadirnya si Kimia sangatlah indah. Terlalu indah jika dipadu padankan dengan si Kimia yang bermuka atom bundel-bundel kecil tak bisa dilihat dengan mata, bau ozon (jangan tanyakan gimana baunya), yang cuma bisa dandan dengan reaksi-reaksi yang berbalut diri (kayak pakaian wanita india, :D), partikel-partikel yang… ah, aku tak ingat.
Tapi apalah daya, katanya cinta itu pengorbanan. Kalau mau menemukan cinta sejati, maka cintailah apa yang membuat kamu sakit. Anggap saja sakit itu cinta. Eheeemm…

Dan sejak memegang kata-kata itu saya mencoba menerima hadirnya si Kimia walau dengan memakan hati sendiri yang berdarah-darah karena kementelan si Kimia. Ah, toh si Kimia tidak seutuhnya menjadi bagian dari Fisika, Fisika tetap untukku. Aku mulai tersenyum-senyum sendiri ketika bersama Fisika untuk sekedar menelaah apakah Einstein merestui kami??
Jawaban ada dihati anda masing-masing, :D

Fisiknya si Fisika begitu membuat matamu terbelalak kawan, hati-hati jika mau kukenalin nanti. Dia bisa ganas kalau dia tidak suka pada kalian, tapi dia akan begitu ramah jika kalian menghargainya.
Lihat saja, lingkungan itu fisika. Langit, awan, angin itu juga fisika. Bumi, planet, bintang, bulan, tatasurya, galasakti, itu fisika. Meteor itu fisika. Tanah, kerak bumi, lempeng bumi, itu fisika. Api, air, itu fisika. Semesta ini fisika.

Maka sungguh aku jatuh cinta pada Fisika-Nya. Aku termehek-mehek ketika belajar dasar-dasar sains, aku tertohok pintu bernuansa cerah ketika aku mendahului mata kuliah kakak letting ‘fisika lingkungan’. Subhanallah pokoknya, kisah-kisah sebelum kita itu penuh dengan cerita. Tsunami itu penampakan dari ilmu fisika.

Agar kita lihai dan tidak lagi lalai, apalagi dibodohi oleh bodoh.
Yayaya…. Bek jampok lah (jangan puji diri sendiri)… pasti kalian mau bilang gitu. Ahaaaa… silakan tuan, nyoe pat lon. Lon tetap sayang gata ‘Fisika’ (ini aku, aku tetap sayang kamu ‘fisika’).

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers