UA-89306807-1

Apa Itu Api?


Seperti biasa, perkuliahan tadi pagi bersama Pak Samsul (Dosen MK Listrik Magnet) sangat menyenangkan. Alhamdulillah yah… *syahrini mode on. :O

Seperti biasa, tiap kali pertemuan kami akan mengumpulkan ringkasan perkuliahan minggu kemarin yang disertai sebuah pertanyaan yang kami ajukan untuk Pak Dosen gokil kami itu. Hmn… jadi pertanyaan terunik pagi tadi adalah… jreeeng jreeeeng…
‘Pak, kenapa di petir itu ada api?’
‘Meeeoooong… Meooong…’
Haddduuuh! Itu yang ‘meong’ bukan jawabang Pak Dosen kami ya, hehe… biasa kucing tetangga saya kagak bisa denger nama petir, langsung kesambet ngeong ngeong dia.. hihi…
Jadi, timbul pertanyaan. Apa itu api?

Kenapa dengan api?
‘Api itu syaithan, Pak’ jawab salah satu teman saya. Alhasil unit 1 Tarbiyah Fisika tertawa terbahak-bahak. Sebenarnya aku sih nggak niat ketawain, tapi kebetulan Pak Dosen saya yang lagi di samping mejadi pelopor tawa. ‘Oh, boleh ya ketawain orang?’ maka tambahlah satu suara ketawa ngakak lagi. Haha…
‘Hahaha, berarti api asmara itu benar ya dari syaithan. Jadi apa itu api? Api itu panas, Pak! Apa itu panas? Panas itu api? Hadduuuhh… parah parah kalau gini sama aja ya? Haha…’ Pak Samsul terlihat lihai mengusik pikiran kami untuk lelah berpikir. ‘Apa itu api?
‘Udahlah ya… itu jadi pertanyaan buat kalian sendiri. Kalian cari tahu, haha…’ Pak Samsul berbalik menuju meja.
Aku nggak puas. Seisi kelas pasang muka penasaran. ‘Jeeeh…’ komentarku penasaran.
‘Pak, jadi apa itu api?’ Yosss! Pina yang disampingku tumben penasaran. :O
‘Haha, apa itu api? Api adalah ca ha ya. Terus apa itu cahaya, Pak?’ akhirnya Pak Dosen kembali dalam permainan tebak-tebakan bahasa fisika. ‘Kalau lagi marah, kalian panas nggak?’
‘Panas, Pak’
‘Nah, itu ada syaithan, haha’
‘Kalau kalian bakar kayu, kayu bakar, abu bakar, eiits, di sini nggak ada yang namanya Abu Bakar kan? Jangan kebakaran dia pulak nanti. Haha… apa yang terjadi? Ada cahaya? Ada panas? Jadi apa itu api? Kenapa bisa ada cahaya? Kenapa bisa panas? Kalau kalian lagi jatuh cinta…’
Nah, aku tiba-tiba keingat sama lagunya Bung Roma, ‘masa muda masa yang berapi-api’. Haha, beugh apa itu api? Glllaaakkkh!
‘Api adalah cahaya. Apa itu cahaya? Cahaya adalah gelombang elektromagnetik. Udah belajar gelombang kan?’
Nelan ludah, ‘Udah, Pak’.
‘Kalau kebakaran, itu karena api, dan syarat pembakaran itu O2 (oksigen). Jadi kalau kalian nggak ada oksigen lagi, ya ngga punya lagi api asmara dong. Kan udah mati tuh ceritanya nggak ada lagi nafas. Hahaha…’
‘Jadi, kenapa di petir ada api?’
*berhubung satu dan lain hal, jawaban kami mahasiswa gajebo (nggak jelas boo…) kagak aku bahas ya… biar nggak boros energi pembaca. Haha…

“Karena ada getaran (yang merambat) elektron-elektron elektromagnetik. Elektron-elektron tersebut menghasilkan medan magnet, dan medan magnet menghasilkan rambatan. Kenapa petir dikatakan api? Yaa… karena terjadinya loncatan api. (Sebenarnya api yang meloncat-loncat kegatelan itu sih energi. *ini aku yang tambahin ya.. hehe) Kok nampak, Pak? Petir atau api ada cahaya yang menghasilkan cahaya, ada pula yang tidak. Kayak kalian pas bakar kayu atau kayu bakar itu, apinya nampak. Yang tidak nampak, Pak? Itu si syaithan tadi. Hahaha…’

Cukup satu kata untuk perkuliahan edan hari ini: HUFT!

Belum lagi siangnya sama Pak Bob, apa itu eter?
‘Kalau minggu depan saya tanya si eter, kalian lupa, awas ya! Saya jotos!’ ancam Pak Bob, dosen MK Optik. Omegoooot.
Jadi apa itu eter?
*nyengir kuda. :D

jangan pernah remehkan yang dasar, tanpa dasar kita tak akan bisa naik tingkat
                terus koleksi materi dasar agar menjadi pintar
                         semangat semangat semangat!!

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers