UA-89306807-1

Klise!

Persahabatan ~ Khalil Gibran

Dan seorang remaja berkata: 
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.

Dan dia  menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.


Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “Tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “Ya”.
Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya; kerana tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan, segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi, dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya, mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya, bukanlah cinta , tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Kerana dalam titisan kecil embun pagi, hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.
 ***
Itu sih kata si Gibran, bener. Hehe...

Sahabat ibarat air. Persentase yang tak bisa ditolak manusia, kalau kita membutuhkannya. Kali ini aku membuka tulisan untuk seorang sahabatku yang sedari semalam mengenang kisah lampau detik-detik kelahirannya. Mulai dari cinta Mama mengejan demi kelahiran buah hati. Sambut tangan Ayah mengecup dan mengazan. Isak tangis tak mudah berhenti karena aku jelas tahu akan satu hal dari sahabatku ini, mengenang sosok Mama yang sudah dipanggil Tuhan buat air matanya mudah berlinang. Hari itu Kakak kandungnya genap usia satu tahun, dua bersaudara itu pun melanjutkan sekolah pada satu angkatan yang sama. Unik memang, tapi begitulah sahabatku Imam dan kakaknya Asma. 

Bocah kecil itu kini sudah dewasa. Usia kini merangkak pada angka ke-20.
Ada satu kalimat yang sangat kukagumi dari laki-laki ini, ingatkah kamu?
"Aku baru sadar, padahal dengan Qe ngomong kesalahan cowok ma aku, aku jadi nggak lakuin apa yang Qe anggap salah dari seseorang cowok. Kenapa aku nggak belajar dari apa yang ada di dekat aku? Kan gitu...?"

Tentu saja, 'Iya'. Sampai saat ini, aku belum melihat dia melakukan kesalahan yang kuceritakan padanya. Begitu sering kita berbagi cerita. Maka di situlah kita saling belajar, tanpa sadar, waktu membawa kita menjadi muda-mudi dewasa.
#sok bijak kali aku kok? hehe...
 
# kalau aku Patrick, maka Imam adalah Spongebob. Hhahahahaiiii....  XD
 
Imam Thanthawi, aku menyapanya Imam. Keluarganya menyapanya 'Awy'. Ada satu lagi yang menarik dari Simpanse (namajelek-red) ini. Ckckck...
Selama aku kenal sama tu anak, sekali pun tu anak kagak nengok ini muka. Bukan karena muka aku terlalu jelek. Melainkan karena memang gitu adanya. Adaaaaa aja yang dia lihat kalau lagi ngobrol. Kalo aku tanya. 'Qe liat apa sih?'
'Tu pemandangan cantek li waak... hahaha, udah lanjut aja, aku dengar kok.'
Kalau elu cewek kenal sama tu bocah, udah biasa aja kalau dianya kagak merhatiin lawan bicara, tapi dia 99% dengerin apa yang kita bicarakan dan 1% lagi curi-curi pandang, hahaha.
Ikhwan sejati kan dia? Ngggak.
:p

Apapun ceritanya, perjalan yang panjang masih terlentang di depan. "Ya Rabbi, berikan jatah untuk bernafas persahabatan kami ini di jalan yang benar dan berakhir dengan keselamatan iman. Jagalah iman sahabatku Imam dengan kecintaanMu. Amin." ^_^


Hahaha, lagu ini lagi lagu ini lagi. Tapi aku suka. :-)


Jalinan persahabatan- Saujana

Kita abadikan sepanjang zaman
Berpanjangan dan berkekalan
Manisnya iman
Hidup di dalam perjuangan
Kasih sayang kuhadiahkan buatmu teman
Untuk kau simpan ingat-ingatan
Jadinya bekalan perjalanan
Hidup di dalam perantauan
Gunung didaki lembah sama dituruni
Kita diuji berulang kali
Nyata setia sebati
Gelap ditempuhi cerah sama disusuri
Cinta yang murni rahmat Ilahi
Harumnya kita kecapi
Syukur padamu Tuhan
Syukur kita dihadiahkan
Hadiah iman
Hadiah kasih sayang

Cinta seorang teman
Dan syukur buatmu teman
Syukur kita dipertemukan
Pengorbanan dan kesetiaan
Tak mungkin kulupakan

Mau download, ini nih:
http://www.4shared.com/audio/hgLGv6JJ/Saujana_-_Hadiah_Buatmu_Teman.htm 

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers