UA-89306807-1

Lelaki Pergi

Aku melihatnya kemarin. Ia berdiri membelakangiku. Pakaiaannya lusuh, selusuh hatinya yang sedang rusuh. Rambut di kepalanya tipis hampir bernama botak. Celana jeansnya terlipat tak rapi. Benar saja orang-orang menyebutnya lelaki tergalau.

Ia tak tahu aku memperhatikannya sedari tadi. Mengikuti derap langkahnya. Ya! Wajar saja, hatinya sedang galau. Dan lebih wajar saja, kalau ia masih muda. Ia akan sedikit lebih tampan kalau ia mau tersenyum dan menerima pemberian Tuhan dengan hati yang lepang. Ah! Ingin kuberbincang banyak hal dengannya kali ini tapi aku tak akan punya kesempatan lagi. Ia menarik ransel dari teras rumahnya. Memakai jaket dan menuju jalanan. Berdiri mencoba memperlihatkan badan tegaknya dengan keangkuhan. Tak ada lagi aura wibawanya. Tak ada lagi raut manis dari wajahnya.

Ia menyetop bus dan sudahlah. Ia sudah pergi. Pergi membawa hatinya yang lusuh.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers