UA-89306807-1

Pemain Gitar

Aku. Betapa sulit menuliskannya. Di sini. Dalam catatan ini. Bagai kumendengar ia sedang menyanyikanku lagu, menahan air mata yang hendak jatuh. Menahanku bersedih.

Gitar mulai dipetik. Kami duduk 150 centimeter terpisah. Ia terus saja memetik gitar untukku. Senyum di wajahnya masih membuka, sangat sabar menunggu balasan dariku. Ia menyeka relung hatiku penuh sekarang dengan sebuah lagu yang tak lagi terkatung-katung. Bukan lagi lirik terpenggal. Lirik itu sesempurna keterbukaannya menerimaku. Menerima sedih dan bahagia.

Ia tak akan menanyakan apa-apa padaku. Ia tidak mengacuhkanku. Sebuah keterbalikan yang baru saja kutemukan. Di balik sampul buku tulis kekasih, tertera nama baru, bukan namaku. Melainkan nama baru yang dua hari lalu kusapa ceria.

Lantas kubertanya.
Salah aku membalas seulas senyum untuk pemain gitar itu?

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers