UA-89306807-1

Stok Kata untuk Dia

Selalu ada kata stok kata jangan, dan tidak untuknya. Entah apa salahnya. Entah mengapa ia mendapatkannya. Dan selalu saja ia menyeringai tersenyum, berlari keriangan seolah itu bukan akhir dari segalanya.

Ia mengambil sepeda dan mengayuh pelan. Musik dari airphonenya terdengar menyatu dengan hatinya. Dari sana keluar lirik-lirik nyanyian dari bibirnya. Dua tiga sepeda motor dengan pengemudi yang terus saja memandangnya seakan mendapat percikan air bahagia. Pengemudi itu saling berbisik dengan senyuman tersungging dari bibir mereka.
"Lihat dia! Ceria sekali! Senang aku banyak-banyak melihat kebahagian seperti itu"

Kini ia memakirkan sepeda dan menyeka air keringat. Olahraganya selalu menyenangkan dari sebelumnya. Ia matikan musik dan masuk ke Rumah Accesoris. Tersenyum kecil pada penjaga toko. Lima menit kemudian ia pamit.

"Warna baju untuk hari ini adalah biru. Aku suka sekali bross biru itu. Berkali-kali aku melihatnya dari jauh selalu tak pernah bedanya. Harganya masih saja mahal. Ya! Wajar. Ia terlalu indah untuk kumiliki. Cukup warnanya saja yang kucuri. Biru. Ah, andai kau bisa mendengarkan apa yang ingin kukatakan."

Gadis itu kembali mengayuh sepedanya. Dan di perjalanan yang hampir sampai dengan rumahnya.
"Jangan pergi jauh-jauh! Tidak cukup sakit yang sudah kau rasa? Tidak cukup? Pergilah sesukamu! Dan jangan bilang padaku, 'sakit'!"
Ia tersenyum kecil pada Abang sepupunya itu. "Iya Abang... Tidak jauh-jauh kok".


0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers