UA-89306807-1

Wajah Rindu Herlia


Malam ini sepi. Dalam penat singgah wajah rindu teman kecilku Herlia.
'Isni, kenapa menangis?' tanyanya.
'Ah kamu Her, aku sedang sedih.' balasku sendu.
'Kenapa sedih?'
'Kalau kamu miliki usia seusiaku, kamu punya cukup banyak alasan kenapa menangis kenapa bersedih. Huft, kenapa Tuhan menyembunyikan kekuranganmu dengan mengambilmu. Padahal, kita sama-sama miliki kurangan yang sama. Aku...'
'Aku... aku tak mau kamu bersedih karena itu. Cari kesedihan lain, kau punya banyak cerita untukku bukan?' kelok Herlia masih saja pandai.
'Tentu, mau tau tentang apa?'
'Tentang pesta walimahan kakakku? Abangku apa kabar? Gimana kampung kita? Masih sering ke TPA?' tanya Herlia buatku tawa cekikikan.
****

 











Bunga kesukaan kita. Dulu kami sering mencarinya.  ^_^ 


_Herlia, teman kecilku yang di ambil Tuhan 26 Desember 2004_

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers