UA-89306807-1

Siapa Sih Si Feature Itu?

Kelas Mingguan tanggal 23 April 2011 kemarin diisi oleh Bu Dokter Liza Fathiriani dengan tema ‘Feature’. Kelas yang dihadiri oleh 10000 orang (sepuluh FLP`ers. Red). Sungguh ramai bukan main! Ditambah dengan wacana yang timpa tindih silih berganti, feature sangatlah memesona. Kasihan deh yang nggak datang. Hhhehe

“Yang menarik dari feature, feature itu mengangkat satu dari sekian orang dan memperluas bicaraannya secara implinsit atau dengan lebih mendalam, semakin kecil dan semakin luas ruang lingkup pembahasaannya maka feature akan lebih menarik.” papar Kak Liza.

Aku manggut-manggut dan diam-diam mengutip kalimatnya itu. “Disebut juga human interest. Dia itu deskriptif, hampir sama seperti cerpen tapi bedanya kita menuliskan apa yang sebenarnya dari apa yang kita lihat.” sambung Kak Liza ketika memperkenalkan kepada kami siapa sih si ‘feature’ itu. 

“Menggunakan bahasa-bahasa yang sastra. Kan kita tuh suka buat cerpen yang nyastranya meliuk-liuk, angin sepoi-sepoi. Dalam feature bisa juga! Hanya saja tetap dengan apa adanya.”

“Ada hikmah dibalik tulisan feature itu.” tekan Kak Liza.


“Biasa dituliskan tentang peopledan think.” 

Yang banyak dilirik oleh pembaca adalah orang, atau tokoh, biografinya. Juga misalnya seorang yang sukses, yang dipaparkan itu adalah bagaimana ia bisa sukses. Proses kreatifnya yang menjadi tugas penulis dalam merapikan menjadi feature.

Dan ingat satu hal. Penting! 
                                                                 
Feature bukan fiksi. Feature itu non fiksi yang sangat menyenangkan. Maka fatal akibatnya kalau Anda menuliskan sesuatu yang fiksi dan mempubliskannya dengan lebel ‘feature’, kalau ketahuan, mampus deh elu emang guek pikirin! Sapa suruh bohongin pembaca, ngaku-ngaku kisah nyata nyata-nyatanya kisah palsu elu. Please deh...

“Feature berasal dari tmpat-tempat yang tidak formal, yang tidak diduga oleh orang.” tekan Bu Dokter ini lagi. 

Feature akan lebih menarik jika yang kita tuliskan adalah hal-hal kecil yang tidak lirik oleh orang tetapi itu adalah inspirasi yang tersembunyi, itu adalah harta yang seharusnya dimiliki oleh pembaca. Nah, untuk itu sudah waktunya Anda melirik tong sampah kamar Anda, atau kertas ujian anak tetangga, atau asal-usul nama kampung Anda, ataunya lagi kenapa di depan musium tsunami ada sebuah mobil ambulance? Pernah terpikir oleh Anda, kenapa? Ayooo! Kita korek informasi dan jadikan itu bacaan yang renyah, serenyah tulisan saya ini kali ya... (numpang narsis. Red). Hhehhe...

“Dalam feature, yang paling menentukan ketertarikan pembaca untuk melanjutkan atau meninggalkan tulisan kita adalah pada bagian awal tulisan atau dikenal dengan (kepala tulisan, atau paragraf pembuka).” Kak Liza membuka rahasianya yang dikenal pandai dalam memenangkan lomba feature. Waaw! Ini harus di catat besar-besar, buat paragraf yang memesona. Eheem... 

“Semakin banyak dialog aktif, semakin bagus tulisan feature kita”.  Asyiiik Kak Liza kasih bocoran lagi.

“Dan ingat, tetap jangan lupa 5W 1H ketika menuliskannya” tutup Kak Liza yang sukses membuat kami terpesona. Aiikh...  :D

Demikianlah diam-diam saya mengutip pembicaraan Kak Liza yang selalu narsis sama kamera tak beda jauh dengan saya. Hihi... Ini saya sumbang satu bukti, kalau kami sudah berhasil dibuat ‘kenal’ dengan si feature itu.

Klise! ^0^

Alhamdulillah yaah... :D
 

Turut di publis di website Forum Lingkar Pena Aceh.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers