UA-89306807-1

Aku Lupa Tersenyum

Hari ini aku tiba-tiba teringat kejadian beberapa pekan lalu. Waktu itu aku kuliah seharian, tugas menumpuk dan semakin kutumpuk. Masalah dengan teman juga menjadi sebab semua itu, ditambah lagi aku dimarahi ayah karena lupa membeli pembersih kamar mandi. Aku cuek, mukaku sundek. Ke sana ke mari sama saja, aku marah-marah pada sendiri. Tugas kukerjakan malah tak sesuai rencana, aku makin marah pada diri sendiri. Ditambah lagi teman-teman yang sibuk dengan diri sendiri, aku yang minder. Sudahlah, lagi-lagi aku bermuka masam kemudian ayah suruh pulak aku ambilkan buah belimbing buat bersihin ikan mujair. Aku bekerja diam, antara marah-marah dan tidak ikhlas. Ah, dasar anak kecil! Paling mudah labil. Aku mengutuk diri sendiri.

 

Dan hari ini, ketika sepeda motor berbonceng seorang wanita yang mengandung melahirkanku. Aku tersenyum sepanjang jalan. Ya! Aku tersenyum. Aku menyebut diri aneh, dan lebih anehnya lagi aku sempat terpikir kenapa aku bisa lupa tersenyum hari itu. Ya! Hari-hari dimana aku merasa begitu banyak beban. Kenapa aku bisa lupa pada satu jurus itu.

 

Padahal, aku sendiri yang berkata pada temanku, ‘kalau lagi sedih aku suka maksa diri sendiri tersenyum, rasanya beda aja, sedikit lebih ringan beban dan hati jadi lapang’. Tapi kenapa aku lupa! Aikh, sialnya! Lain kali aku tidak boleh lupa lagi. Karena senyuman dapat mengobati sakit hati. Beneran daah!

 

Apakah kamu sudah tersenyum hari ini? Kalau belum, ayoook tersenyum. :)

 

2 komentar:

  1. I smile today:)
    Everyday i smile :)
    I have a beautiful smile :)

    Heehehe :)

    BalasHapus
  2. I hope every day don't
    forget smiling, always try to be better. Hehe, cause I have a beatiful smile too. :)

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers