UA-89306807-1

Dipertemukan Tuhan



♥♥ بسم الله الرحمن الرحيم ♥♥

Kakinya bergetar cukup kuat. Duduk tak tenang saling berhadapan. Kedua tangannya menyentuh lutut terbalut jeans. Wajah tegang dengan aroma nafas tertahan malu-malu. Lalu... keluar sepatah dua patah kata. Sepatu seperti ingin bawanya pulang. Segera. Tapi apalah daya, dua pasang mata telah beradu, juga bersama satu pasang mata menjaga kursi-kursi agar tidak patah, dan sepasang mata lagi menjaga motor agar tak kemalingan. 

Keduanya canggung. Sepertinya mereka mulai sadar. Bahwa roman picisan akan dimainkan. Sayangnya mereka nyata sedang dipertemukan Tuhan.

Masa telah bawakan cerita. Sedikit membingungkan, roman picisan tak berlaku bagi keduanya. Tak ayal saling curi-curi cerita. Enggan bertanya tak peroleh jawaban. Hanya diam saling menanti pembuka bicara.


^^^
Di lantai atas Taman Sari. Pagar besi penyangga mereka duduki. Terlihat oleh mereka hiruk pikuk kota. Lalu lalang jalan seperti mainan saja. Sekarang mereka sekan mampu membaca dunia berkata dengan satu hati. Lampu merah di simpang jalan saat itu terasa begitu melelahkan. Klakson diam. Knalpot mencari udara. Oksigen direbut masa. Sedang mereka diperhatikan Tuhan.

Sapa-menyapa, belaian angin siang membuang canggung secara perlahan. Hari itu merupakan hari baru setelah sekian lama dipertemukan Tuhan. Dedaunan kecil asam jawa berguguran. Tumbuhnya menghijau enak di pandang. Sungguh indah kata si perempuan saat itu. Keduanya saling memandang sekajap lalu tersenyum dalam manisnya ukhuwah. 




0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers