UA-89306807-1

Percaya Diri, Karena?

Belakangan ini saya disibukkan dengan pekerjaan baru sebagai guru PPL di sekolah MAS Darul Ihsan. Di sana tak bedanya dengan guru-guru lain, tugas saya adalah mengajar. Bukan hanya bidang study yang saya pelajari di kampus yang saya ajarkan, melainkan apa saja, saya harus mengisi kelas kosong dan mengajarkan sesuatu. Tentu itu menjadi berat bagi siapa saja. Tapi, setelah saya mengkonsumsi rumus cantik 'percaya diri 85% dan malu-malu 15%' sehingga saya memiliki langkah yang ringan dalam menjalani hari-hari di sana. Saya mulai merasa jenuh bila tidak bertatap muka dengan anak murid, saya jenuh bila hanya menunggu di kantor.

Bereng teman PPL. ^0^

Hari esok tepat 10 hari saya dan 12 rekan lainnya menjalani masa praktikan. Ketika saya tanyai teman, bagaimana rasanya? Kalau saya, nggak terasa sudah jalan sekian hari. Rasanya baru kemarin di sambut pihak sekolah.

Oleh teman saya berkata, 'oh, kalau saya terasa. Sangat terasa'.

Entahlah. Saya merasa menyukai suasana sekolah. Mengajar dan berteman dengan anak-anak. Saya yang berkewajiban mengisi kelas 4 MA (setingkat dengan 1 SMA) juga turut mengisi kelas tingkat Mts. Sehingga dapat saya simpulkan, mengajar anak tingkat MTs dengan mengajar tingat MA sangat menyebalkan mengajar anak tingkat MTs. Karena mereka masih sangat ingin diperhatikan, dilamahlebumbut dikasari, dimanja dan cemburu. Semuanya merekah dalam tarik suara, semua ingin unjuk diri, tidak mau diam kalau di tanya. Over aktif sih namanya. >,<

Bahkan saya tak menyangka kalau saya sudah melakukan 'menjadi pembina upacara' pada minggu pertama di sekolah itu. Wow! Saya yang dulunya hanya berani ngumpet dibelakang teman pas upacara, malah saya berbicara di depan. Haduh! Biar bicaranya rada ancur (versi saya merendah, wkwkwk), yaaa saya salut pada diri sendiri karena berani. Yosh!   :D

Lalu darimana rasa percaya dirimu, Isni?
Hehe... :D
Itu lho, dari keluarga yang pertama. Saya alhamdulillah memiliki keluarga yang senantiasa mendukung dari segala sisi. 

Ibu dan ayah mengajarkan saya berani berdiri. Satu hal yang dapat saya katakan kenapa saya mau mengkonsumsi rumus cantik adalah... mereka terlalu percaya kalau saya bisa melakukannya; mengajar. Jadi, saya tidak ingin mengecewakan mereka yang telah melapangkan waktu saya hanya untuk PPL dan kuliah. Kerja membantu ibu hanya disisakan mencuci piring sore dan memijit tangan ayah di malam hari. Terimakasih ibu, ayah... atas pengertian yang indah ini. :)

Sisi lain, kakak saya senantiasa berbagi pengalamannya ketika menjalani masa PPL semester lalu. Ia bercerita tentang anak didiknya dan pongah mereka. Saya belajar dari cerita untuk menggores cerita versi saya. :)

Sisi depan adik laki-laki saya tidak mau kalah dalam menilai, kepadanya saya cenderung bertanya tentang penampilan. Selaku laki-laki kedua selain ayah saya, Khalis tentu mengatakan apa yang baik untuk kakaknya.

Dari Khalis, ia suka mengkritik cara saya berpakaian. Misalnya baju saya tipis, ia meminta untuk menggunakan baju dalaman yang lebih panjang, misalnya pakai baju kaos atau baju manset. Ia cenderung menyetujui cara saya berpakaian, atau cara saya memakai jilbab. Misalnya saya ingin terlihat lebih manis, ia setuju dengan aksesoris kecil yang saya pakai. Dan yang paling saya senangi ialah, ia mendukung saya menggunakan jilbab paris dua lapis. Itulah adik laki-laki saya, yang membuat saya percaya diri ketika berhadapan dengan anak murid, guru, orang tua, ustadz, teman maupun dosen.

Si bungsu Nuzul, dia adalah sosok adik yang paling pengen saya  gigit. :D
Habis dia selalu mengejek saya. :(
Saya pakai ini, dia ngeledek, saya pakai itu dia mintai. Tapi, karena ejekan yang keluar dari mulut polosnya itu mengajarkan saya arti ketegaran. Selebihnya, Nuzul senantiasa menunggu kepulangan saya dari sekolah dan ingin mendengar cerita saya tentang sekolah. Ckck... sebenarnya kami sekeluarga sedang berusaha mengajak Nuzul secara baik-baik untuk lanjut MTs Darul Ihsan alias pesantren. Tapi dianya makin kita ajakin makin ngeyel, tapiii pengeeeen banget tau tentang sekolah itu. Dasar Nuzul!

Setelah keluarga, ada seorang teman yang senantiasa percaya kalau saya dapat melakukannya. Setiap kali saya merasa tidak yakin, ia meyakinkan saya lebih dari keyakinannya, kalau saya yang melakukannya dapat lebih baik darinya. Itu bohong. Tapi dia membuat saya berani menjalaninya.  
Selain itu, ia senantiasa memberi pandangan 'setuju' dengan cara saya berpakaian. Penilaian dari senyumannya membuat saya percaya diri baik ketika sedang tertawa bersama teman atau berjalan sendirian melintasi kerumunan orang. Saya mengkonsumsi rumus cantik, jadi saya tidak perlu takut, saya perlu percaya pada diri sendiri.

Hingga saya merasa aneh, sekarang, saya sadar ada yang aneh. Yakni, beberapa teman cenderung mengatakan saya cantik dalam menggunakan jilbab. Saya lihai dalam berbicara. Saya berani. Yang tak dapat saya cerna, saya berani berjalan di depan kerumunan orang sambil tertawa menyapa teman sehingga tatapan tertuju pada saya. Atau ketika saya duduk dengan temannya teman, mereka mendengarkan tutur bicara saya. Ada apakah ini? Sebelumnya saya tidak merasakan hal seperti ini. Saya merasa lebih banyak yang memperhatikan. Sedangkan saya merasa ini menyenangkan.

Oleh teman saya mengatakan kalau saya memiliki wajah yang cerah. Cerah? Padahal hari sudah menjelang sore. Apaa-apaan ini? Apa karena rumus cantik? Saya menjadi seringan kapas dalam menjalani semua ini. Yang pasti ini karenaMu Tuhan. Yang telah menjaga dengan sebaik-baik penjagaan. Memberi saya sebaik-baiknya pemberian. Menganugrahi saya sebaik-baiknya anugrah. Mencoba saya dengan sebaik-baiknya cobaan. Mengajarkan saya dengan sebaik-baiknya pengajaran. Mendamaikan hati saya dengan sebaik-baiknya kedamaian. Mencintai dengan sebaik-baik cinta yang engkau titiskan. Mengenal dengan sebaik-baiknya pengenalan. Sehingga hamba dapat menjalani hari ini. Terima kasih untuk segala nikmat yang telah Engkau berikan. Hamba belajar sangat pelan. Tapi pelajaran yang saya pelajari ini tidak ingin berceceran ketika nanti saya telah lulus. Mohon bimbingan dan tutur nasehat yang membangun.

Yosh! You can do it!

Yaaaaaaaaps! Kamu hanya perlu memberi ruang dalam hatimu sendiri untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Siapa lagi coba yang percaya sama diri sendiri kalau nggak diri kita sendiri. :D
#bicaranya blagu banget si Isni nih. Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrr sebelum dilempar bunga mawar merah.  :D

Hmn... Kalau menurutmu, teman. Apa yang membuatmu percaya diri? :D



17 komentar:

  1. duh, selamat yang udah jadi guru. selamat untuk dapat menebar ilmu yang bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Subhanallah Isniiii, berarti rumus itu mujarab ya!
    :D
    emang percaya diri lahir dari dalam diri kita sendiri.
    selebihnya baru lingkungan yang mendukung kita.
    :D
    kalo aku sih, percaya diri ketika orang-orang di sekitar aku tersenyum bangga ngelihat aku. apapun itu yang kulakukan, aku selalu lega melihat mereka mendukungku. yaaa, nggak jauh beda sih sama kamu.
    trus selain itu juga kalo aku lagi drop dan down banget, aku suka dengerin lagu2 penyemangat, kayak lagu try try try nya jason mraz.. "If we just try, try, try, then the world would be more beautiful for you and I..."
    hehe
    :D

    BalasHapus
  3. wah ada ibu gulu... beri salam! slamat pagi bu guluu... berdoa! bismillahhirrohman... nirrohiimm...

    BalasHapus
  4. Terimakasih atas kunjungannya. :)

    Untuk Sri, kayaknya aku mesti download lagu kesukaan kamu deh biar ketularan semangat kamunya. Hehe... Salam kenal Sri. :)

    BalasHapus
  5. Wah...mbak isni ini cagur ternyata (calon guru)...

    seru ya pengalaman PPL nya. biasanya guru PPL meskipun gak lama ngajar tapi suka dikenang, lho..

    BalasHapus
  6. Yaaaaaaaaaaaps bgtulah Yahya... semoga saya salah satu yang menjadi dikenang. Hehe
    :D

    BalasHapus
  7. salam kenal isni.
    Tirana adukaSuka baca tulisan kamu.

    BalasHapus
  8. Salam kenal juga Tirana. :)

    BalasHapus
  9. Salam kenal bu guru..
    kunjungan perdana...

    BalasHapus
  10. terima kasih sudi mampir sahabt..
    Sudi mberi pendapat yg membina pada tirana aduka(ta)

    BalasHapus
  11. lagi PPL juga ya..
    gue entar tahun depan, tapi udah disiapin mulai sekarang.

    moga PPLnya sukses..

    BalasHapus
  12. Terima kasih, Bayu... iya nih lagi masa2 PPL. :)

    BalasHapus
  13. 1000 % yaa... hehe semoga aja yang ini bisa dijaga dulu. :D

    BalasHapus
  14. selamat pagi bu guru cantik, apa kabar ? :)

    BalasHapus
  15. Kabarnya Isni sih baik, Mbak. Kabar tugasnya Isni yang nggak baik-baik nih. Hehe... :D

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers