UA-89306807-1

Sepatah Ego

Kekasih-kekasih yang bertebaran di dunia ini. Pernahkah kau mendengar sebuah cerita, dimana si wanita memelihara egonya dan tidak sabaran?

Baiklah akan saya ceritakan sekilas versi saya. Saya beri nama wanita itu dengan Haura. Hari itu, Haura genap dengan usia barunya yaitu 25th. Ia sangat mendambakan sebuah ungkapan dari kekasihnya yaitu pernyataan cinta yang disertai dengan melingkarkan sebuah cincin di jari manis. Maka, saat yang dinanti pun tiba. Haura menunggu di bangku taman dan sang kekasih datang. Dibalik punggungnya ia masih menyembunyikan boneka teddy bear, di hadapkan sebuah senyuman dan ucapan selamat ulang tahun kepada Haura. Haura yang mendapatkan hadiah boneka menjadi sangat marah, tanpa berlama-lama di bangku taman yang tak akan membawakan cinta yang ia nanti. Haura meninggalkan sang kekasih tanpa sepatah kata pun.
Seperti kisah cinta kebanyakan, sang kekasih mengejar si wanita sampai menyebrang jalan dan sialnya nasip sang kekasih berakhir dengan tabrakan. Sang kekasih telah tiada, Haura menangis tak henti. Haura mengambil boneka teddy bear dari kekasihnya yang telah tiada dan memeluknya erat. Dari pelukan Haura keluar sebuah suara, 'are you marry me?' dan dibalik perut teddey bear keluar sekotak kecil yang saat terbuka adalah sebuah cincin yang selama ini Haura nanti. Menangislah Haura jangan tanyakan bagaimana rasanya kepada saya. :D

Nah, gitu deh kira-kira ceritanya. 


Saat ini, saya sedang kesal dengan seorang teman. Pembaca, saya bebeskan pikiran anda untuk mendeskripsikan arti teman saya itu siapa saja boleh, mau dia kakak, abang, adek, mantan pacar orang, mantan pembantu tetangga, pacar teman, kakek-kakek pun boleh. Saya nggak mau aja pembaca jadi berdosa gara-gara berprasangka buruk hanya karena sebuah tulisan Sii Isni. Apaaalah tulisan Sii Isni ini, :D
#tepok jidat nyamuk

Kemarin petang saya menghubungi doi. Bicara sepatah dua patah tiga patah kemudian ditaruh di punggung angkat bawa pulang kali aja bisa jadi kayu bakar. Ooooops. :D
Hehe, saya mengucapkan minal aidil wal faidzin mohon maaf lahir dan batin. Doi juga mengucapkan perihal yang sama. Kemudian saya bertanya lagi dimana, doi menjawab lagi bocor ban. Kemudian lagi saya bertanya emangnya mau kemana? Doi membalas jawab, mau ke rumah best friend. Lalu lalu lalu saya bertanya, kapan ke rumah? Lalu lalu lalu doi menjawab terbata-bata, besok, hmn lusa, aduh belum bisa bilang kapan nih.

Preeeeeeeeeeeeeet. Yaa, saaya yang polos ini langsung nggak bisa sembunyikan irama sedih intonasi suara langsung memilih mengakhiri panggilan itu. Klik!

Kesel nggak sih temenan udah setinggi badan, setua hari, sejauh tapak, seluas penantian. Tapi doi masih aja dengan jawaban tahun ke tahun, bahkan untuk sebuah rencana saja tidak masuk dalam list best friendnya. #pukul-pukul meja, tendang piring plastik

Hiks hiks, saya ternyata marah dan kesal. Berlarut sampai malam. Sedot banyak lagu nasyid di youtube dan bawa lari ia ke converter. Dengarlah saya sampai saat ini.

Teringat, semalam saya sempat berniat kalau jumpa-jumpa doi kagak mau liat lagi. MALAS! MARAH!

Wkwkwkwk... lucu yaa kalau kita lagi emosi. #cengar cengir balik muka

Terus terus saya teringat misalnya saya beneran marah di saat doi nyapa. Saya keburu pergi kagak ninggalin berpatah-patah kata, kali aja kan bisa jadi kayu bakar masak rendang. :D
Kemudian NGAMBEKAN pun berlanjut. Eeeh, tau-taunya malah pas doi nyapa niatnya mau silaturrahmi. Nah gimana tuh? Sedangkan saya sudah keduluan ngambek nggak jelas. Duh!

No! Sebelum semua ego saya berkembang biak, menyeruak sekujur aliran darah. Saya kagak jadi mau marah sama doi deh. >,<

Daripada-daripada, mendingan sabar aja. Kali aja belum waktunya. Tinggi badan kami aja belum sama. Lho? :D

Nah, gimana kalau sobat lagi NGAMBEK? Masih mau pelihara EGO atau mencoba mematahkan EGO selagi masih ada waktu. Karena rencana manusia sangatlah manusiawi, dan rencana Tuhan sangatlah berlimpah kasih. 

SELAMAT ID ADHA YA!

MAKAN DAGING! HORAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

5 komentar:

  1. owh... tingkat persahabatan kita tergantung mood yah

    BalasHapus
  2. ego itu rumit :D

    just dropping by to sy Hi :)
    Have a nice weekend ^^

    BalasHapus
  3. RIO, maka jagalah mood agar persahabatan tetap sehat. ^_^

    RIAN, lebih rumit lagi kalau kita membiarkannya. Hehe... Thanks Rian sudah mampir, lama nggak say hi. Balas ngunjung ah... :D

    BalasHapus
  4. wkwk pokoknya jangan sampai kalap dan salah langkah aja :)

    BalasHapus
  5. haghag... semoga aja Tir. :D

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers