UA-89306807-1

Jika PanggilanMu Nanti Memanggilku


Innalillahiwainnailaihirrajiun. 
Tetangga saya tepat jam 12 siang tadi pulang ke rahmatullah. Rumah Allah yang pasti setiap dari kita akan kembali kepadaNya.

Seperti topik kepergian seseorang pada umumnya, saya ingin menulis tentang renungan singkat.

Pertanyaan haru seorang sahabatku Imam Thanthawi, "bagaimana shalatmu? Shalat malam? Baik-baik saja atau...?"
Pertanyaan yang pertama kali nanti di tagih olehNya selama di dunia.

Suatu hari lalu, saya yang baru memantapkan diri ingin berubah setapak lebih baik. Saya yang belakangan akrab dengan murid dayah semasa PPL, dari mereka saya mencuri ilmu. Lebih tepatnya sih bertukar ilmu.
"Gimana ya biar Shalat tepat waktu, susaaah sekali. Masih saja suka menunda shalat. Padahal tau shalat harus didahulukan" keluh saya pada mereka.
"Mi, pasang alarm" kata Ika. "Atau biat jam waktu shalat trus tempel di dinding kamar" sambungnya lagi.
"Mi, bayangkan kalau Umi ga shalat sekarang tu.. sejam kemudian Umi bakal mati! Pasti Umi langsung shalat." Saran Tamtam si gadis tomboy yang juga tetangga saya.
Parstisipasi mereka dalam memberi saranlah yang menjadi alarm untuk ingat pada titahNya. Ingat pada kematian. Panggilan yang tanpa kita sadari. Mungkin, selanjutnya kita yang akan di panggilNya. Sudahlah saya siap?

Wallahu, ya Allah. Tuntunlah kami senantiasa kepada jalanMu, jalan orang-orang yang engkau beri petunjuk bukan jalan orang-orang yang Kau murkai.
Allahumma amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers