UA-89306807-1

Ada Topeng Di Wajahnya

Siang itu langit mendung memeluk bumi. Seongok daging haram bernama anjing melintas cepat di depan pintu, sekejap kemudian kejutan lain datang. Seorang laki-laki berbaju hujan cokelat menunduk sambil membuka baju hujannya. Rambut cepaknya tidak basah dengan seulas senyum membuat diri ini dengab pandangan biasa saja. Tak ada yang menarik padanya.

Aku melanjutkan tugas. Berkali-kali handphone berdering melaporkan pesan. Tak kugubris, sama halnya dengan kehadiran lelaki itu yang telah duduk manis tepat di depan mukaku. Aku menatapnya sekilas lalu melanjutkan menulis laporan.

Ia menunggu senjaku. Tidak. Sama sekali tidak ingin mengindahkannya.Mendung di luar sudah cerah, hujan telah berlalu, sebentar lagi air diserap tanah, kering. Tapi tidak di sini, di hati ini. Dia, lelaki yang masih menunggu bicaraku tanpa memulai sepatah kata, padanya... oh padanya ada topeng di wajahnya. Ingin kucakar, robek, bakar sampai jadi abu, lenyap. Tapi dia masih di hadapanku tanpa melakukan cela, tersenyum di balik topeng yang belum bisa kucakar-cakar wajahnya.

'Kenapa, Reza?' bukaku akhirnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers