UA-89306807-1

Tinggallah Mengerti



Ada banyak cerita cinta yang bisa kita ungkit bicarakan. Akan selalu menjadi kehangatan bagi kenangan yang indah atau kepedihan bagi keterbalikan mimpi. Semuanya sudah letih terjalani. Semuanya sudah banyak ditulis bacakan. Hingga pada akhir cerita cinta tinggallah mengerti.
Siapa yang tidak ingin dimengerti? Jawabannya semua dari kita ingin dimengerti. Tapi menuntut seseorang dalam mengertikan keadaan secara berlebihan akan menyulitkan si seseorang tersebut. Bagaimana mungkin kamu menuntut terlalu banyak tanpa memberi sedikit banyak. Bagaimana kami memberi pengertian tanpa menaruh perhatian?
Saat itu aku adalah selaku pendengar. Seseorang sebut saja namanya K. K membicarakan temannya sebut saja si G. Menurut si K, G sedang susah sekali dihubungi, bahkan untuk membalas pesan saja sudah tak pernah, kadang kalau di telpon si G tidak mengangkat telpon. Hingga rentan waktu yang sangat lama, si K dalam keadaan ingin kembali bersama sambil menghabiskan secangkir teh hangat atau sekedar mendengar kabar cerita. Tapi G menjawab telpon suatu ketika, ‘Mengertilah, aku sedang banyak kerjaan!’.
Dalam suasana lain, hati menjadi sangat menyakitkan. Hati bersikeras berdiri sendiri setelah seuntai kata terlepas sudah, ‘Mengertilah! Aku ingin sendiri’.
Atau, ketika janji yang diingkari. Setelah diam menyembunyikan ragu, menyimpan penat, hingga terucap keras, ‘Mengertilah! Aku tak bisa!’
Maka, tinggallah mengerti. Sendiri. Menyembunyikan diri dibalik hati yang kering. Semuanya menagih pengertian, tapi dimana perhatian? Tak ada.
Sudah bosan dengan tagihan seperti itu?
Maka kuberani katakan, TUNGGU SEBENTAR.
Beri saja yang ia mau.
Kenapa begitu? Ya, itulah yang sebenarnya dibutuhkan olehnya dan oleh ruang kosong di hatimu: jeda.
Titik jeda itu membantumu berpikir lebih dingin. Coba saja, jika kamu mampu menjedakan perhatian dengan pengertian maka akan kau temukan kekurangan yang berat terasa. Karena kurasakan apa yang kutuliskan ini, aku merasa diri kurang perhatian dengan keadaanku. Maka aku akan memberi jeda untuk diri ini, ambillah pengertianku dan tempatkan ditempat yang hangat. Aku menyayangimu.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers