UA-89306807-1

GEMURUH CEMBURU


Kulihat singkat-singkat dalam nada cerita…
Ianya seumpama terkasih dalam balutan kekasih…
Menggenggam sekam yang tampak nyata,
Seperti terlihat oleh pijaran mata…
Ia nya layu, bukan kehendaknya tersapu sayu…
Di dinding terkontur garis-garis dibawa debu…

Aah, apa sejenak sajakah hati ini menderu?
Nyatanya, tiap detik pupus dilamun kelabu…
Ini, setampuk kecamuk bermain dalam rasa hati..
Tiriskan diri-diri yang jujur menyambangi tiap sesal
Tumpah ruah sepadu kalut yang mengais perih…
Ia terbawa…
Ia terhanyut…

Tak resah biarkan diri dicaci maki…
Selangkah rasa luruh dihulu..
Tak biarkan diri menjemput sedihnya sendiri…
Maka deru teruslah berseru, berkaca pilu dalam kata cemburu…
Maka deru teruslah berseru, berkaca pilu dalam kata cemburu…

*****
Saat itu aku terbersit sebuah kata, sangat tiba-tiba, celingukan kumencari asal, tapi... telah berpindah... gemuruh cemburu pun tiba-tiba datang... aku kalang kabut dibuatnya, celingukan tak ada asal, kulempar kata di dalam hati, kini usang habislah sudah, hujan pun turun jejak pun hilang... hapus... sudah... selesai.
Yuuuuuuuuhu, pagi-paginya aku sudah dinbox puisi yang kupesan dengan judul "Gemuruh Cemburu" hehhehe
Maaaciii yaa Rezeki Akbar .... 

4 komentar:

  1. wow.. gemuruh.. kyk guntur ya.. hehe
    btw, like this, isni :)

    BalasHapus
  2. Yaa, Isra... ribut x isi hati saya... ckck

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers