UA-89306807-1

Modus Hari Ini

"Kak, jadi ke rumcay?" pesan singkat masuk ke henpon saya dari Daraa. Dengan pulsa sisa Rp 250,- tidak cukup untuk sebuah SMS tapi cukup untuk menelpon 1-2 menit. Hebat kan simcard saya? Hahaha... jadi saya menelpon Daraa, bla bla bla doi ternyata sudah di Rumcay. Yaap, pasca rihlah kemarin ala FLP`ers yang menyisakan semangka, pepaya, sirop, nata de coco, dan segalon air minum. Kami sepakat akan melanjutkan perang hari Senin, yaa... hari itu hari ini.

Saya berkemas, mandi shalat dan bergegas ke Rumcay. Perjalanan tadi adalah pertama kalinya saya memacukan si Repho dan ingin sekali segera sampai di Rumcay (lebay deh... ini lebay lebay beneran lebay) dan bertanya pertanyaan yang tidak terbahas habis dengan Daraa, sesampainya di Rumcay saya pun langsung pada pertanyaan, "Dek, gimana? Jadi?"
"Gimana yaa kak cara kerjainnya?"
Entah kenapa pengen sekali rasanya usilin orang yang lagi birthday, haha lucu... entah kapan terakhir kali aku usil. Lupa. Yang jelas, tadi ingiiin sekali, daaan...

Keusilan yang pertama adalah ketika Daraa pulang mengambil nata de coco di kulkas rumahnya, sebuah komentar dari ferhatt.com masuk di status grup flp. Isinya gini nih (kira-kira soalnya lupa kalimatnya cammana), "udah siap? kalau udah kabari ya baru kami datang", langsung saja kubalas "udah". Sepuluh menit kemudian, dua pangeran dari gunung antah barantah itu beneran datang dan kecewa karena saya baru cuci timba dan Daraa baru tiba dengan nata de coconya. Enak aja tinggal makan! Ckck

Satu persatu flp`ers datang dan kami mulai terbahak bersama sambil meracik minuman segar. Saya dan Doni yang seharian dibully karena ulang tahunnya hari ini membantu saya membuat minuman. Sedangkan Daraa memotong semangka.

Sambil menyantap minuman segar, dan kue hasil teroran saya terhadap Kak GreenDoni memaparkan perjalanannya selama TFT FLP di Sumbagut dengan laptop dan flashdisk tercintanya yang  berhasil diselamatkan karena tertinggal di Medan. Kami menyimak presentasinya, lagi-lagi nama Melani dan Ricardo pasangan horor di sana kembali mencuat. Hhuuss saya merinding, kagak usah dibahas ya pasangan itu. Huhu....
Minum minuman seger bersama sambil cerita apa saja. ^0^
Waktu ashar tiba tanpa terasa, kami break untuk shalat. Sudah tradisi, ikhwan shalat di mesjid terdekat sedangkan akhwat shalat di Rumcay. Sebelum shalat, keusilan kedua saya dengan Daraa adalah menggeledah isi tas Doni dalam rangka mencuri harta berharganya. Sayang binti kasihan, isi tasnya tak ada yang berharga, dompet tak ada, kunci motor dibawa mesjid, pusing-pusinglah kami  hingga akhirnya ide Dara, "Kak, Flashdisknya. Bang Doni sayang kali sama Flashdisk". Siiip, Dara pun mencopot flashdiks Doni dan menyimpannya di kantong rok (lokasi paling aman, haha).

Sepulangnya dari mesjid, merbaur lagi kami... 
Oyaaa, Nuurul yang tadi siang ngampus tiba-tiba pulang dengan rona gado-gado di wajahnya,  dengan semangat menyatakan diri sedang berbahagia karena berhasil kabur dari siksaan asdos, dengan lagak emosi saat mengekspresikan curhatannya kepada kami Nuurul melempar kunci motornya disusul Doni yang usil melempar kunci motornya. Wuuuiiizz secepat kilat saya langsung mengambil kunci motor, barang Anda disita! XD

Selanjutnya ternyata ini adalah seson kedua. Perut masih bueng (kalau dalam bahasa Indonesia masih kenyang), teteeeep aja kekeh neror Doni buat traktir. Emanglah tradisi ini nggak bisa dihapuskan (pengecualian di ultah saya punya, hahha) hingga akhirnya entah karena kupingnya kepanasan karena ocehan kami atau entah karena dalam shalatnya tadi mendengar doa dan harapan kami di Rumcay. Haghag... uang sejumlah Rp 25.000,- keluar dari saku Doni. Berlanjut perdebatan sana sini memilih menu apa yang ingin disantap, akhirnya polling memutuskan untuk membelikan mie goreng. Tapi, dengan delapan pemakan, itu uang nggak cukup deh... akhirnya sumbang sana sini... termasuk Bang Ferhat dengan kecenya entah angin apa menyumbang uang biru ey ternyata uang palsu. Dasaarrr!

Pergilah saya dan Daraa mencari mie goreng. Sebelum beli-membeli, mufakatlah kami berapa porsi yang harus dibeli, pemakan ada delapan. Jika seorang sebungkus satu, maka saya angkat tangan karena masih kenyang dan tak sanggup. Daripada mubazir, ternyata Daraa juga merasakan hal yang sama. Kami pun memilih seporsi berdua, jadilah memesan 7 bungkus dikali Rp 7000,- perbungkus dan membuat dompet kami kembali bergoyang sana sini. :D

Sembari menunggu si Abang pembuat mie, kami curhat-curhatan. Tiap harii jumpa tiap hariiiiii curhat, ntahhapapun yang diceritakan. Kali tadi, masih aja topik yang sama "FLP`ers". Transaksi selesai kami pun membawa kabur mie goreng ke Rumcay, wuuuuiiiiizs... ternyata si Emak (Kak Husna, si Emak yang tidak lagi usia Dini, haghag) sudah rapi dengan tataan piring dan sendok. Semua merapat, kami pun membuka bungkusan masing-masing, eyy kecuali Nuurul Husna karena ternyata adik itu sedang berpuasa Rajab, tapi tetep posrsinya disimpan buat bukaan Nuurul.

Saya membuka bungkusan duduk berhadapan dengan Daraa. Timbullah pertanyaan dari mereka yang kami bagikan seporsi seorang, "Eh, kalian kok seporsi berdua?"
"Nggak apaa, kami nggak habis kalau makan sediri" jawab kami.
Baaaaaaaaaaaaaaaaahhh, plak pluk plak pluk #bunyinya lebay... tuh pemakan pada nimpukin kami pakai mie goreng sih... syukur bukan nimpukin ke muka, tapi ke mie goreng dalam bungkusan kami. Alhasil mie goreng kami kayak gunung berapi baru meletus. Apa-apaaaan kaliaaan?
"kami juga nggak habiiis kalau makan sendiri" jawan Doni memulai membagi mienya dalam bungkusan mie kami, disusul Aslan, Kak Green, Kak Husna juga dengan jawaban yang sama, "kami juga nggak habis kalau makan sendiriii...."

Huhuhu.... kami terharuuuu.... jadilah bungkusan mie didempetin satu sama lain dan saling melahapnya bersama. Eeeh ternyata akhir cerita die bungkusan mie kami (saya dan Dara) masih menyisakan mie yang buaaanyak karena ledakan gunung berapi tadi, huhu... mereka ternyata benar-benar nggak habis makannya dan melimpahkan ke kami... huhu saya dan Dara merasa terzholimi... huhu...
Makan makaaan.... ^0^
Pada nimpukin mie nih, akhirnya comot sana comot sini ^0^


Di foto oleh sponsor kerja keras kami menjemput berkah dari setumpuk mie goreng. ^0^

Beberapa kali suapan kami berhenti menghela nafas, sponsor bersorak ria menyemangati kami. Beberapa kali kami hendak mengakhiri perjuangan itu, tapi sponsor kembali berkoar, "siapa tau berkahnya ada pada suapan terakhir..." huhu kami pun melahapnya lagi... sesendok dan sesendok... kami memutuskan menyerah, sponsor pun kembali berkoar, "anak-anak Palestina nggak bisa makan mie kayak gini lho..." mendengar kalimat itu kami semangat 45 kembali melahapnya dan habiiiiiiiiiiiiisss. Hahhaa... puas rasanya sampai-sampai tiap lelucon yang dibuat rasanya ini perut ingin ikut loncat-loncat. JANGAN BIKIN AKU KETAWA LAGI, SAKIT PERUT KEKENYANGAN!

Huhu....
Seson terakhir adalah bersih-bersih dan keusilan ketiga yaitu Aslan dan Doni yang cuci piring. Weeeew kami berhasil membujuk mereka nyupir alias nyuci piring, hahaha...

"Dek, jadi kunci motor sama flashdiks diapakan?" tanyaku konyol.
"Iyaa yaa kak, diapakan?" hahaha jawab Daraa polos.
Kami pun berlagak maling hendak mencuri motor Skuter Doni yang ternyata gagalmaling gagalmaling, motor nggak bisa kami hidupin eey malah si Nuurul yang berhasil ngemaling akhirnya mutar-mutar di jalan terus balik ke Rumcay, ambil tas pulang.

Sayoenara semuaaa.... Maaaci yaaa dah bikin Rumcay FLP Aceh jadi ramai. Tanpa kalian, Rumcay ini hanyalah bangunan yang didatangi beberapa anggota di hari Minggu saja, sedangkan hari lain pintu terkunci. Aihhhs.... saya makin cinta sama kalian. Rumcaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay, i`m in love. Rumcay, pindah nggak yaaa? Kayaknya nggak deh, habis crispy-crispy gokil kalau kata Dek Fatin, hahaha.... :O
Walau sebenarnya dimana saja posisi kita, kita tetap saja bisa usil kapan saja dan dimana saja. WASPADALAH!
ANDA BAHAGIA, PERUT KITA KEKENYANGAN. Haghaghag.... :D

Happy milad yaa Bang Doni, semoga usianya yang sudah kian hari kian menua, semakin rajin ibadah dan rajin bago-bagi rejeki. :D

6 komentar:

  1. wah,,,
    saya ketinggalan :(

    BalasHapus
  2. Mana foto kami cuci piring.. haha

    BalasHapus
  3. Gara2 air pepaya doni sakit perut dan terbengong, pikiran juga kosong.

    BalasHapus
  4. Nazri, haha rajin-rajinlah bawak makanan ke rumcay yaa biar tak ktinggalan. haha :D

    Aslan, ga bisa, nanti dikira klian lbih mirip Melani dan Rizardo. :p

    Doni, jadi Doni bengong karena sakit peruuut? Hahhaha... syukuri apa y ada Doni, biar itu sebuah kesakitan. Ckck...

    BalasHapus
  5. Benar-benar mantap sekali.. mie nya enak kan. Tapi puang kerumah dara jadi sakit perut..

    BalasHapus
  6. Hahhaa... lapar lagi Daraa.... :D

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers