UA-89306807-1

Fiktif: Diary Lusuh -2


Hmn... aku ingin menulis kira-kira katanya begini: senyumnya tidak pahit tapi manis.
Tapi saat itu aku gagal, tapi tidak kali ini. Aku tersenyum saat menuliskan semuanya, setidaknya tentang episode ini.

Lampu merah menghentikan kami. Ia berada di balik kaca mobil. Tangannya memeluk setir dan berkata sesuatu yang tak kudengar tapi aku mengerti. Aku tersenyum lucu karena sedang memundurkan motor dan ia memajukan mobil diantara penghuni jalan lainnya. Tidak begitu berpapasan, ia membuka kaca jendela dan aku menyerahkan yang ia khawatirkan dapat mencelakaiku di jalan. Itu hanya sebuah tas, tapi karenanya aku dapat membingkai apa yang kulihat saat itu. 
Ia menutup kembali kaca mobil, menopang tangannya di sela-sela rambut dan tersenyum melihatku. Aku merasakan mataku hilang saat membalas senyumanya, tapi aku telah membingkainya dalam ingatanku. 
Ia tersenyum padaku, itu milikku karena hanya ada kita di sana. 

Rika menarik nafas dalam kemudian melepaskannya pelan. Tidak ada yang suara yang memanggilnya, tapi ia harus segera berkemas untuk kelas mengajar.

1 komentar:

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers