UA-89306807-1

Janji Pada Nenek

Aku berbalut selimut kemana pun aku pergi, tapi tentu saja dalam area rumah. Pagi yang dingin atau tubuhku yang panas. Aku masih saja teringat janjiku pada nenek. 

Aku sekarang hanya memiliki satu nenek, ia putih dan sangat cantik. Ia dulunya adalah putri raja dan menikah dengan almh kakekku yang rakyat jelata. Membangun rumah tak berpaku bersama anak-anak tercinta hingga lahirlah aku.

Sudah menjadi kebiasanku tiap Ramadhan menginap di Montes.red. Tapi Ramadhan kemarin aku mengurungkannya demi sesuatu yang berhasil membuatnya haru ketika kuperlihatkan gambar diriku berbaju toga. Nenek pun menangis.
Lebaran Id Adha kemarin aku berjanji akan menginap di sana. Janjiku adalah hari Selasa esok. Tapi aku tertarik dengan workshop kepenulisan, aku pun mengurungkan niat. Tapi aku akan ke sana, dan menepati janji. Tidur di samping nenek yang sudah 4 kali puasa tidak dapat bergerak, aku ingin mendengar cerita dan doa-doanya. Kemudian aku bertanya dengan suara yang keras karena ia telah tuli. Jika ia tidak mendengar apa yang kukatakan, ia akan terbahak-bahak membuatku terbahak-bahak.

Nenekku cengeng. Mudah haru, hatinya selembut kapas, basah sedikit saja basahlah semua. Cintanya tidak setengah-setengah. Itulah yang selalu ia katakan jika aku meminta doa restu dalam perjalanan hidupku, nenek selalu berkata, 'hana payah sinyak lake, doa nek sama rata, sabe lam doa', "Nggak perlu kamu meminta, doa nenek selalu ada untuk semua, selalu ada dalam doa nenek", katanya sambil mengusap matanya.

Aikh, aku sedang membayangkan membuat nenekku menangis lagi. Aku jadi usil sendiri. Kemudian saat bangun pagi buta berjalan sendirian mengelilingi kampung, menyapa masyarakat, ke sawah menyapa padi, duduk di sana dan menulis akan mengalir ide-ide yang segar. Aku harus membawa jaket, udara pagi di sana jauh lebih dingin daripada di sini. 

Aku akan menyelesaikan pekerjaanku dan bergegas ke sana. ^^

6 komentar:

  1. nanti kalo udh jumpa neneknya cerita lagi ya..

    BalasHapus
  2. Jadi teringat nenek kk yg udh almarhumah. Dulu jg begitu, setiap kali menginap pasti tidurnya di sampir beliau.

    BalasHapus
  3. Iyaa kak, mumpung masih diberi waktu bersama, kudu segera tepati janji. :(

    BalasHapus
  4. nenek punya pesan agar aku menghafal al-qur'an. dan tadi status bang hijrah mengingatkan daku ... juga tulisan ini Isni ... trims ya ...

    BalasHapus
  5. Hhehe, Isni udah lunasin janji sama nenek. Azhar cepetan lunasin juga yaa... ^^
    Semoga harimu indah. :)

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers