UA-89306807-1

TanganNya Ada Dimana-mana

"Isni dimana?"

Pertanyaan yang sering muncul dari teman-teman. Mungkin ia akan mengajakmu ke pantai atau sekedar memanggilmu ke rumah lalu menghapus air matanya. 

Kalau sahabat yang nanya sih fine-fine aja langsung panasin motor chaw temuin dia. Nah, kalau tu orang selalu muncul pas butuh dan ngilang pas ga butuh, muncul lagi pas butuh dan ngilang lagi pas ga butuh. Nggak pernah bertandang ke rumah tiba-tiba jadi rajin main ke rumah. Biasanya kalau jumpa sekedar hai tak pernah diajak ngantin bareng, lha sekarang ngeborong nomor hape nanya ini itu, kalau sekedar lewat udah di tahan. Rasanya itu geregetan. Hellooo, kemarin kemana aja sih? Kok baru anggap aku ada nihari?

Kapan kamu menghubungi temanmu? 

Kalau aku lagi perlu.

Kalau nggak perlu?

Ngapain hubungi dia?

Sekedar nyapa dan tanya kabar?

Ngapain?

Bukankah kamu juga perlu kabarnya, apakah ia sudah menikah atau bersuami tiga. Bisa jadi ia sudah mendekati ajal.

Glek!

Ngehubungi teman pas saat membutuhkan sih wajar banget. BANGET MALAH. Aku juga pernah. Namanya juga perlu, ya pasti dicari.

Tapi bagaimana ya perasaan mereka yang dicari-cari tapi tidak dihargai oleh yang mencari? Pernahkah kamu membayangkan. 

Kalau tidak, bayangkanlah jika saat ini dia sedang sangat membutuhkan bantuanmu. Ia berkata anaknya sedang jatuh sakit sedangkan upah kerjanya belum dibayar. Ia meminta kepadamu meminjamkan uang Rp 200.000,-. Kamu pun iba dan memberikannya karena kamu sedang punya rezeki lebih. Hari pun berlalu, minggu terlewati, bulan telah silih berganti. Roda pun berputar, sekarang kamu membutuhkan uang. Sangat butuh. Kamu menghubungi sang teman dan dengan halus meminta bantuan uangmu dikembalikan. Ia lalu berkata sedang tidak punya uang, sedangkan dari istrinya yang juga temanmu berkata mereka sedang berencana membeli motor baru. Bagaimana rasanya?

Selamat membayangkan.

Ada banyak bantuan yang akan mencari kita. Kapan saja dan dimana saja. Jawabannya ada pada tanganmu, memilih membantu atau menolak.

Tapi ingat-ingat jika itu adalah kamu. Apa kamu berharap tidak di bantu? Tentu tidak. Jawabannya ada padamu. Menerimanya atau menolaknya.

Karena apa yang kamu beri adalah apa yang kamu terima. Kamu beri padanya, ia tidak memberikan padamu. Percayalah, ada tangan-tangan lain yang membantumu. Sekali pun bukan yang kamu bantu. Aku selalu percaya itu. Karena tanganNya ada dimana-mana. Aku tidak perlu takut kehilangan bantuan, selama aku menerima dengan ikhlas.

12 komentar:

  1. salam isni
    ijin follow blognya ya
    di tunggu follback isni :)

    BalasHapus
  2. isni, FB aku D Annesya, kamu jangan salah add yah :)

    BalasHapus
  3. kayaknya aku tau ini dimaksudkan untuk siapa?
    :p

    BalasHapus
  4. Nesya, kayaknya akku salah add deh... aaarrrggh,,, baiklah aku add kembali. Makasih Nesya sdah merespon pesan Isni. ^^

    Sinyak, hahhaa... nggak utk siapa-siapa kok. :p

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. saya iseng membaca beberapa postingan blogmu. ternyata saya suka semuanya, saya seperti mengerkah biskuit-biskuit kaleng sambil menyeruput cappucino. salam kenal dari kota hujan ^^

    BalasHapus
  7. wah .... endingnya bijak bgt Is, tapi benar adanya kok :)

    apa kabar nih .., lama juga ya tak bersua kata ? :)

    BalasHapus
  8. Cepy, terimakasih Cepy sudah berkunjung dan menikmati apa y bisa kami bagikan. Hehhe... klau asin2 sdikit mohon dimaklumi yaah... masi amatiran. Hhhhehe.... :D

    Mbak El, alhmdulillah mbak klau isni bijak. Ckckckck....

    Alhmdulillah kabar Isni baik, mbak el smoga senantiasa dlm lindunganNya, aamin. :)

    BalasHapus
  9. A friend indeed is the friend in need. That works vice versa :)

    BalasHapus
  10. Duh, keren banget komentarnya kak khaira. :D
    Mksih ya, ^^

    BalasHapus
  11. ngak mungkin ah bukan untuk siapa-siapa.
    tebakanku kan jarang salah :p

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers