UA-89306807-1

Mengotak-atik Kisah Kebetulan Menjadi Sungguhan


Jodoh selalu saja menjadi perkara yang dirumit-rumitkan. Biar dikata sudah ditentukan oleh-Nya, tetap saja ada orang tua yang memaksa seperti dialami Maya. Tokoh Maya dalam novel ini anak orang kaya.

Dia kuliah di luar negeri dan sengaja berlama-lama buat menghabiskan uang orang tua. Dia enggan pulang ke Indonesia. Maya benar-benar membuat ibunya berang dan ingin memaksa menjodohkan. Sementara itu, tokoh lainnya, Maia, adalah gadis desa yang dianugerahi kemampuan dapat membaca pikiran jelek orang.

Pada suatu hari, untuk pertama kalinya, Maia datang ke Jakarta. Dia menunggu tunangannya, Joni, menjemput di Stasiun Pasar Senen. Namun, Maia tertidur di stasiun tersebut dan tasnya raib. Celakanya, petugas keamanan tak mau peduli nasib Maia karena menurut mereka tas tersebut barang tak berharga. Ini berbeda sekali dengan keadaan Maia ketika di desa. Barang hilang akan dicari sama-sama sampai dapat.

Tokoh lain yang tak kalah penting adalah Joni dan Jonathan. Joni, tak lain, merupakan tunangan Maia, sementara Jonathan pun akan dijodohkan dengan Maya. Joni berpenampilan asal-asalan dan slengekan. Beda dengan Jonathan. Namun, nasib Jonathan sedikit kurang beruntung. Setelah patah hati dengan Denisha, dia malah dipaksa mamanya untuk menikah dan menjodohkan dia dengan Maya.

Maya dan Maia akan dijemput jodoh yang direncanakan keluarganya. Maya meninggalkan penampilan Londonnya dan memilih menggunakan baju Alisa sahabatnya sehingga tampak kucel seperti gadis kampung. Maya ingin membuat calon tunangannya itu kabur dan membatalkan perjodohannya. Tapi, siapa sangka, Maya dijemput Joni, bukannya Jonathan, sedangkan Maia yang kehilangan akses untuk bertemu dengan calon tunangannya itu memilih menginformasikan lewat pengeras suara stasiun dan Jonathan pun menjemputnya, bukan Joni.

Maka semuanya berawal dari kebetulan, nama yang mirip, tak saling kenal, keduanya memiliki rencana yang berbeda, bahkan cinta bukan bagian dari rencana keduanya.

Joni dengan segala aktivitas kesehariannya sebagai tukang reparasi komputer mampu membawa hari-hari Maya terisi, sedangkan Jonathan, pemilik toserba, harus menjaga keliaran pikirannya.

Keanehan-keanehan pun mulai dirasakan Maya. Dia seharusnya berada di apartemen, bukan di rumah reparasi komputer. Pikirannya mengantarkan Maya ke apartemen. Dia menduga ada wanita lain dan, benar saja tebakannya, perempuan lain itu sedang menggantikan posisi dirinya.

Namun demikian, Maya membiarkan Maia tinggal dan berhubungan dengan Jonathan yang ternyata adalah teman masa kecil. Maya pun tahu kisahnya dengan Denisha. Ketika Maia bertanya, "Mbak, kenapa sih nggak mau balik ke sini? Emangnya Mas Jonathan kurang ganteng?" Jawaban Maya membuat kisah tertukar ini terus berlanjut menjadi kebohongan. "Ganteng-ganteng kalau nggak bisa move on buat apa?" (hal 117).

Kisah Maya dan Maia bertukar cinta. Keduanya sukses meninggalkan kisah yang membekas kepada pembaca. Di dunia ini tidak ada hal kebetulan karena Tuhan sudah mengatur. Mereka sudah ditakdirkan untuk tertukar, jatuh cinta, dan itulah rencana Tuhan mempertemukan jodoh.

Diresensi Isni Wardaton, Bendahara Forum Lingkar Pena Wilayah (FLP) Aceh
Resensi ini dimuat di Koran Jakarta


Judul Buku       : Maya Maia
Penulis             : Devania Annesya
Penerbit           : PlotPoint
Terbit              : Juli 2013
Tebal               : 252 halaman

ISBN               : 978-602-9481-50-1

7 komentar:

  1. Maia, adalah gadis desa yang dianugerahi kemampuan dapat membaca pikiran jelek orang. <--- bisa aja :D

    BalasHapus
  2. ahak ahak ahak... makasih yah udah diresensi...

    BalasHapus
  3. R10, hahahha bisa jadi bisa. :D

    Nesya, yuupppp,, masama say. ^^

    BalasHapus
  4. baca resensinya jadi penasaran pingin baca bukunya

    BalasHapus
  5. Ayoo kak dibaca juga bukunya. :)

    BalasHapus
  6. penasaran, jadinya maya dengan jonathan atau :-)

    BalasHapus
  7. Ayo Sari beli bukunya, hehhe :D

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers