UA-89306807-1

Legenda Baru Robyn Hood Sang Pengutil



Siapa yang tak pernah mendengar nama Robin Hood, perampok orang-orang kaya  yang lalu membagikan hasil kejahatannya kepada orang miskin. 


Begitulah   legendanya. Hillary Freeman  dalam novel ini menceritakan Robyn  Hood dengan versi aksen huruf “y”  bukan “i.” Robyn Hood tidak pernah menginginkan barang-barang yang dicuri.  Dia juga tak bisa menghentikan diri  untuk tidak mencuri. Tampaknya,  pencuri ini memperoleh sensasi saat  sukses mengambil barang orang lain. 

Zaman berubah, demikian perampok tersebut. Dia juga menyesuaikan dengan kemajuan teknologi  dan memanfaatkannya. Dia mulai  menyebarkan legenda diri dalam sebuah akun blog. Tak disangka, langkah  itu melambungkan namanya setinggi  langit.
Robyn tak pernah membayangkannya.  Siapa sebenarnya Robyn Hood  yang dipanggil Ruby itu? Dia hanyalah remaja putri, tukang ngutil. Blog  milik Ruby mulanya hanya dikunjungi  Noah, teman sekaligus tetangganya.  Tapi kini, tiba-tiba saja blog didatangi  ratusan komentator dengan segala  celotehan. Tak sedikit yang memuji  keberaniannya.

Bahkan, kebanyakan  menggunjing pemilik akun sebagai  penjahat berkedok sumbangan ke  toko amal.  Nyali Robyn Hood menciut seketika  seandainya yang ada di sampingnya  saat itu bukan Noah. Maka, Noahlah  yang membuat akun Robyn Hood.  

Noah berjanji akan selalu melindungi  nama Robyn.  Di balik namanya sebagai Robyn  Hood, tokoh utama dalam novel ini  juga dikisahkan sebagai anak dari  keluarga broken home. Ibu dan ayahnya memang telah bercerai, namun  bapaknya tetap meluangkan waktu  untuk anak semata wayangnya.  Tapi tentu saja, Ruby tidak ingin  orang tuanya mengetahui perbuatannya. Dia tak mungkin mengaku Robyn  Hood yang diincar media dan sampai  membuat polisi turun tangan. 

Noah berlagak sebagai polisi dan  berkata kepada orang tua Ruby, “Putri  Anda, Ruby, sedang bersama kami.  Dengan menyesal kami beritahukan  bahwa putri Anda tertangkap sedang  mengutil,” (hal 111).  Semua orang ingin menangkap  Robyn Hood. Situasi tambah rumit  karena ada warga yang mengaku  kepada media sebagai Robyn Hood.  Jelas, ini membuat adrenalin Ruby  terpancing. 

Dia ingin menunjukkan  diri sebagai Robyn Hood sebenarnya.  Apa pun risikonya, Ruby merasa berhak top.  Setelah berhenti beberapa waktu  tidak mengutil, berkat bantuan Noah,  kali ini dia beraksi lagi. Anehnya, dia  ingin ditangkap polisi. Seorang remaja  berkelamin perempuan mengaku  sebagai Robyn Hood sebenarnya.  Sayang, tak ada yang percaya. Bahkan,  ketika Ruby berkeras menunjukkan  semua bukti kepada ayahnya, akun  blog-nya tida-tiba saja menghilang.  

Ruby langsung mencari Noah. Temannya ini berjanji akan membantu Ruby dan akan mengembalikan akun  blog-nya yang sengaja ditutup demi  keselamatan Ruby. Ruby ingin mengakui kesalahannya, tapi terlambat. Ruby benar-benar shock dengan keputusan nekat Noah. Tapi, Ruby berhak bangga.

“Dia  milikku, pikirnya, semua orang menginginkannya sekarang, tapi akulah yang dipedulikan", (hal 217). Buku ini layak dibaca remaja  karena pada akhir cerita, pengarang  menegaskan bahwa pengutilan harus  dihentikan. Selain itu, buku ini mengajarkan kepada remaja bahwa mengambil sesuatu yang bukan miliknya  tidak dapat dibenarkan. Sementara  itu, lewat sosok Noah, akan terlihat  teman sejati di saat orang jatuh. 

(Tulisan ini dimuat di rubrik Parada Koran Jakarta, bisa kunjungi di sini.

Diresensi Isni Wardaton
lulusan Prodi Pendidikan Fisika  Ar-Raniry, Banda Aceh

Judul Buku :   Lifted: Pengutil Paling Top
Penulis  : Hilary Freeman
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Terbit  : September - 2013
Tebal  : 224 halaman
ISBN  : 978-979-22-9874-1

2 komentar:

  1. Ecieee... selamat ya Adek! makin bersinar ini kayaknya :)
    ikut bangga dan bahagia :)

    BalasHapus
  2. Hhhiihi... alhmdulillah kak... Semoga bs trus mnulis lbih baek lagi. :D
    hhehehhe

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers