UA-89306807-1

Aku Di Sini!


Malam ini, gelap kembali menyeret terang pergi. Dengan lidi aku menggaris tanah sambil memandang langit. Biasanya, tepat di atas kepalaku bulan akan datang. Tidak sekarang, ini terlalu cepat. Aku kembali menggambar rumah pada tanah yang juga berwarna gelap. Sebenarnya aku tidak yakin apa ini benar serupa rumah atau hanya garis tak beraturan. Sesekali aku kembali memandang langit.

Angin berhembus hilir mudik. Karena hanya ada aku di sana, bersama bunga kamboja putih dan bunga asoka merah muda. Kedua bunga itu kutanam dua bulan lalu, seharusnya di sampingku sekarang bunga matahari telah mekar. Tapi aku tidak melihatnya tumbuh besar. Tapi tak mengapa, aku tidak terlalu kesepian. Ibu akan pulang dan menjanjikan membawa benih bunga matahari. Makanya aku menunggu di sini. Tanganku lagi-lagi meraba tanah yang belum kugambar. Seharusnya Ibu telah sampai.

Langit pun mulai penuh dengan gambar. Ada yang serupa meja, kursi, lemari, baskom, dan selimut. Kurasa ibu akan segera datang. Menjemputku untuk ikut bersamanya. Aku tersenyum dan melambaikan tangan pada bulan.


“Aku di sini!” pipiku terasa kembang karena riang.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers