UA-89306807-1

Siapa Sih Si Feature Itu?

Bedewe, barusan saya lagi gerebek isi laptop, eeh ketemu ini nih... Udah lama banget, kukira ini notulis malah udah hilang. Eh ternyata nyusup dalam file yang terselamatkan pasca rusak laptop. Alhamdulillah, bisa di publis sekarang. :D

Cekidot!
*****
Kak Liza nuansa pinki & saya yang biru ^0^
Kelas Mingguan tanggal 23 April 2011 kemarin diisi oleh Bu Dokter Liza Fathiriani dengan tema ‘Feature’. Kelas yang dihadiri oleh 10000 orang (padahal cuma sepuluh FLP`ers). Sungguh ramai bukan main teman-teman! Ditambah dengan wacana yang timpa tindih silih berganti, feature tampak sangatlah memesona. Kasihan deh yang nggak datang. Hhhehe

“Yang menarik dari feature, feature itu mengangkat satu dari sekian orang dan memperluas bicaraannya secara implinsit atau dengan lebih mendalam, semakin kecil dan semakin luas ruang lingkup pembahasaannya maka feature akan lebih menarik.” papar wanita manis yang kerap kusapa Kak Liza.

Aku manggut-manggut menyimak. Kemudian diam-diam mengutip kalimatnya lagi, “disebut juga human interest. Dia itu deskriptif, hampir sama seperti cerpen tapi bedanya kita menuliskan apa yang sebenarnya dari apa yang kita lihat” sambung Kak Liza ketika memperkenalkan kepada kami siapa sih si ‘Feature’ itu.

“Menggunakan bahasa-bahasa yang sastra. Kan kita tuh suka buat cerpen yang nyastranya meliuk-liuk, angin sepoi-sepoi. Dalam Feature bisa juga! Hanya saja tetap dengan apa adanya.”

“Ada hikmah dibalik tulisan Feature itu,” tekan Kak Liza.

“Biasa dituliskan tentang people dan think.”

Yang banyak dilirik oleh pembaca adalah orang atau tokoh, biografinya. Juga misalnya seorang yang sukses, yang dipaparkan itu adalah bagaimana ia bisa sukses. Proses kreatiflah yang menjadi tugas penulis dalam merapikan menjadi sebuah Feature.

"Dan ingat satu hal. Penting!" kalimat yang disertai spasi itu membuat tatapanku fokus menangkap kalimat selanjutnya yang berhasil membangunkanku dari tidur selama ini tentang keberadaan si Feature.
                                                           
Feature bukan fiksi. Feature itu non fiksi yang sangat menyenangkan. Maka fatal akibatnya kalau Anda menuliskan sesuatu yang fiksi dan mempubliskannya dengan lebel ‘feature’, kalau ketahuan, mampus deh elu emang guek pikirin! Sapa suruh bohongin pembaca, ngaku-ngaku kisah nyata nyata-nyatanya kisah palsu elu. Please deh...

“Feature berasal dari tmpat-tempat yang tidak formal, yang tidak diduga oleh orang.” tekan Bu Dokter ini lagi.

Feature akan lebih menarik jika yang kita tuliskan adalah hal-hal kecil yang tidak dilirik oleh orang tetapi itu adalah inspirasi yang tersembunyi, itu adalah harta yang seharusnya dimiliki oleh pembaca. Nah, untuk itu sudah waktunya Anda melirik tong sampah kamar Anda, atau kertas ujian anak tetangga, atau asal-usul nama kampung Anda, ataunya lagi kenapa di depan musium tsunami ada sebuah mobil ambulance? Pernah terpikir oleh Anda, kenapa? Ayooo! Kita korek informasi dan jadikan itu bacaan yang renyah, serenyah tulisan saya ini kali ya... numpang narsis hohoho...

“Dalam feature, yang paling menentukan ketertarikan pembaca untuk melanjutkan atau meninggalkan tulisan kita adalah pada bagian awal tulisan atau dikenal dengan (kepala tulisan, atau paragraf pembuka)” Kak Liza lagi-lagi membuka rahasianya yang dikenal pandai dalam memenangkan lomba menulis Feature. Waaw! Ini harus di catat besar-besar, kudu buat paragraf yang memesona. 

“Semakin banyak dialog aktif, semakin bagus tulisan feature kita”  murah hati bener nih Kak Liza kasih bocoran lagi.

“Dan ingat, tetap jangan lupa 5W 1H ketika menuliskannya” tutup Kak Liza yang sukses membuat kami terpesona.

Demikianlah diam-diam saya mengutip pembicaraan Kak Liza yang selalu narsis sama kamera tak beda jauh dengan saya. Hihi... Ini saya sumbang satu bukti, kalau kami sudah berhasil dibuat ‘kenal’ dengan si feature itu.

Alhamdulillah yaah... :D

3 komentar:

  1. waaah masih imut2 kali waktu itu yaaa. sekarang udah jadi emak2 udah gendut :(

    BalasHapus
  2. hehhee tetep cantik kok kak... :)

    BalasHapus
  3. asyik nih engga pernah ikutan sih kelas-nya FLP, tapi udah serasa dapat tutorial super seputar feature ... :-)

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers