UA-89306807-1

Menghancurkan Rasa Takut Menikah


  Judul Buku      : Udah Jalanin Aja!
  Penulis             : Ariany Syurfah
  Penerbit           :Tinta Medina, Creative Imprint 
                            of Tiga Serangkai
  Terbit              : Oktober – 2013
  Tebal               : 136 halaman
  ISBN               : 978-602-9211-92-4

Resensi ini dimuat di Website Resmi FLP Wilayah Aceh

Hakikat cinta itu membahagiakan, nafsu itu membahayakan. Jika cinta itu hilang, kebahagiaan akan hilang entah kemana. Bersamaan pula dengan nafsu yang terpenuhi dalam jiwa dan raga. Tak jarang merusak keseimbangan derap langkah seorang insan. Untuk menyeimbanginya yang dibutuhkan adalah pencarian.

Tidak ada kata lelah untuk mencari, demi kebahagian beralaskan ibadah karena Allah. Pernikahan adalah jawaban pasti menampung cinta dan nasfu. Meskipun demikian, tidak semua orang mampu melakukannya. Hal ini tentu bukan tanpa alasan, kenapa tidak? Ternyata, salah satu penyebabnya adalah rasa takut.

Menghancurkan rasa takut dengan memulai 5 (lima) kiat jitu yang disampaikan oleh Ariany Syurfah dalam bukunya, ‘Udah Jalanin Aja!’ merupakan langkah yang tepat. Pembaca diajak tanpa menggurui menuju gerbang pernikahan dan mewujudkan pernikahan bahagia.

Adapun kiat pertama yang sering membuat para remaja jalan di tempat adalah kurangnya pengetahuan tentang kemudahan-kemudahan yang telah diberikan Islam dalam masalah pernikahan. Selain pernikahan merupakan motivator tidak langsung terciptanya usaha yang dinamis, bahkan Rasulullah saw ingin mematahkan fitnah agar para pemuda dan masyarakat merasa aman dan tenteram melalui pernikahan. Bukankah pernikahan sangat menjaga? Menjaga kesucian, menjaga pandangan, bahkan bagi yang belum siap dan mampu untuk menikah, Islam juga memberi solusi dengan berpuasa.

Latar belakang seseorang yang berbeda-beda juga merujuk pada beberapa faktor yang menjadi penyebab terhambatnya seseorang menikah, antara lain belum ada jodoh, belum ada dana, masih suka bermaksiat, dan faktor lainnya. Jika telah mengenali apa yang menjadi penyebab, tibalah pada tahap instropeksi diri dan segera mencari solusi.

Setiap masalah pasti ada solusinya. Begitu pula dengan masalah pernikahan. Bagi Anda yang belum bertemu jodoh, penulis menyatakan beberapa faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi, yakni, terlalu idealis dan selektif dalam memilih calon, kurang memperluas pergaulan, ikhtiar kurang maksimal, dan sering menolak calon pendamping shaleh/shalihah yang berniat menikahi.

Dalam memilih calon, kita berhak untuk sikap idealis dan selektif. Namun, jangan berlebihan… bisa-bisa calonnya pada lari entah kemana nanti. Jadinya rugi sendiri, bukan? (halaman 32)

Demikian juga untuk kendala belum ada dana yang sering menjadi kendala utama para pemuda takut membuka lembaran barunya. Penulis juga membagi penyebab karena belum memiliki pekerjaan tetap, mahar/maskawin dan biaya pernikahan yang tinggi membuat pemuda menunda pernikahannya. Namun jangan khawatir, penulis memberi solusi yang tepat dalam buku ini.

Anda tidak perlu memaksakan diri menunggu mendapatkan pekerjaan tetap, yang penting adalah Anda tetap memiliki pekerjaan yang halal (halaman 41)

Satu lagi dan saya setuju dengan Ariany Syurfah, ‘Jangan pernah gengsi dalam jenis pekerjaan apa pun untuk sementara waktu, sedangkan pekerjaan yang memadai bisa dicari nanti (halaman 47)

Selain masalah di atas yang merupakan sebagian yang disampaikan dalam buku ini, kerap terdengar pula belum siap untuk mengemban tanggung jawab. Seperti yang kita ketahui bahwa untuk menuju pernikahan bahagia bukanlah tugas suami seorang, melainkan keterlibatan seorang istri didalamnya. Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran diri untuk saling menjaga dan menjalankan tanggung jawabnya. Hal ini dapat diatasi dengan memaksimalkan ilmu tentang hakikat tanggung jawab itu sendiri yang bisa diperoleh dari bacaan maupun menghadiri majelis, atau bertanya kepada rekan yang berpengalaman.

Tak kalah menarik dengan kiat sebelumnya, kiat yang satu ini sering dikesampingkan oleh muda/i, padahal persiapan bekal pernikahan inilah yang akan membawa insan menuju gerbang pernikahan bahagia.

Seperti mendaki gunung, ia tentu mengenali medan dan kendala yang didaki. Oleh karena itu, pastinya akan mempersiapkan bekal untuk mengantisipasi segala hal yang akan dihadapinya. Demikian pula, dalam pernikahan, bukan hanya hal-hal indah yang akan dialaminya nanti, melainkan akan menghadapi berbagai masalah yang harus dicarikan solusinya. Jika ini yang terjadi, kesiapan Anda sedang diuji.

Pernikahan dan beragam problema di dalamnya sudah menjadi rahasia umum, namun racikan menyelesaikan masalah tersebut menjadi keunggulan yang diberikan penulis dalam bukunya ini adalah, tidak hanya mengupas masalah, melainkan juga memberi solusi yang tepat.

Buku tipis bersampul merah jambu ini berisi padat jawaban ketakutan menuju pernikahan. Tak muluk-muluk, penyampaian yang to the point sampai halaman akhir layak jadi rujukan bagi Anda yang akan menikah mau pun yang sudah menikah demi ridha Allah semata.

Diresensi Isni Wardaton, bendahara FLP Wilayah Aceh

4 komentar:

  1. Waduuhhhh...semacam provokasi nih. Hehe
    Insya Allah kalau udah ketemu jodohnya, dan waktunya udah tepat, menikah memang gak boleh ditunda-tunda...BTW buku ini kayaknya keren, thankieeeesssss for review....

    BalasHapus
  2. wah, menarik sekali resensinya... maulah baca :-)

    BalasHapus
  3. bukunya bisa beli dimana ya? hehe
    jadi penasaaaraan

    BalasHapus
  4. Sofi, belajarnya sejak dini, kapan Allah antarkan sudah sigap. :D

    Azhar selamat membaca. :)

    Keumala, saya beli di TB Zikra, Minggu kmrin sy kesana masih ada stok beberapa lagi tuh. Buruuuan. :)

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers