UA-89306807-1

Kakak, Bagaimana Ini...

Kakak. Kali ini aku ingin ceritakan padamu. Bagaimana sebaiknya aku melewatinya. Apa yang harus kulakukan. Apa yang harus kupilih. Aku bingung. Dua hari kugeluti dalam renung yang tak berujung.

Kakak. Apa aku harus bertahan dengan mimpiku yang tak kunjung nyata. Jujur, sebenarnya aku dapat menghubungimu lewat telepon. Tapi aku malu, bukan cerita bahgia yang kubagi, malah gelisah yang tertuang. 

Kakak. Bagaimana kamu melaluinya? Ajarkanku.
Kakak. Bagaimana kamu melintanginya? Tunjukkan padaku.

Kakak. Haruskah aku menyerah? Tapi aku menuliskannya dalam sesegukan. Itu artinya aku tak rela, kan? Bagaimana mungkin aku melepaskannya. Tapi bagaimana aku mewujudkannya. 

Mungkin aku butuh sebuah dorongan lagi. Sebuah tangan yang nyata. Tapi, tanganku cenderung iri pada mereka. Aku ingin lebih dekat dengan citaku. 

Kakak. Sebenarnya aku ingin melewatinya sendiri. Mungkin ada benarnya kata Ayah. Tidak, memang benar kata Ayah. Tapi, ini masih ada dua bulan lagi, kan? Sebelum Juni? Mungkinkah aku mendapatkan sebuah kado dari kedua tanganku sendiri? Mungkinkah? Sebelum waktuku habis. 

Kakak, bagaimana ini? Harusnya aku bertahan, ya? Setidaknya sampai Juni datang.

4 komentar:

  1. kamu kenapa isni? tetap bangkit walau jatuh yah... :)

    BalasHapus
  2. kamu kenapa isni? tetap bangkit walau jatuh yah... :)

    BalasHapus
  3. lakukan yang terbaik, toh kamu masih punya otak untuk memikirkan jalannya, masih punya kaki untuk menapaki jalan yang kamu yakini dan masih punya sepasang tangan untuk menuliskan jejak itu menjadi nyata. Lakukanlah Adinda

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers