UA-89306807-1

LANJUTKAN APA YANG TELAH DIMULAI.

Saya baru sadar, kita sebenarnya hidup diantara mereka (kiri kanan atas bawah) yang berusaha keras menyakiti dan menyayangi. Andai saja kita tahu harus memilih siapa dan meneruskan seperti apa. 

Saya kerap bertanya, saya telah berteman dengannya. Dia adalah teman yang seperti ini dan ini, begitu begini adalah dia. Dia adalah seseorang yang kecil kemungkinan mempengaruhi hidup saya jadi lebih baik. Besar kemungkinan saya hanya menyia-nyiakan waktu. Lantas, saya masih berteman dengannya, saya seperti menyetujui waktu saya menjadi sia-sia. Why? 
Tuhan, apa gerangan yang menjadi hikmah pertemanan kami?
Begitu kiranya. Lain kesempatan, saya dipertemukan dengan mereka yang begitu welcome. Kecil kemungkinan saya menjadi bunga bermekaran di hatinya (menurut pandangku). Besar kemungkinan saya hanya menaruh debu ketika masuk lewatbalutan kaos kaki dan ia bersusah payah membersihkannya setelah saya pergi. Tapi, ia tetap membuka pintu, kapan saja, saya, silakan masuk. 
Tuhan, apa gerangan yang menjadi hikmah pertemanan kami ini?
Begitu aneh, sampai saya tak mendapatkan jawaban. Belum dua jawaban di atas terjawab, saya telah bertemu dengan karakter lain. Si pulan, Ba pulan, Ca pulan, ada saja yang menjengkelkan, ada saja yang bikin helaan nafas menjadi berat. Atau sebaliknya, tanpa kode terbahak dibuatnya. 
Tuhan, apa gerangan yang menjadi alasan Engkau pertemukan kami. 
Satu-satu kucoba pahami, kuselami jejak yang ada. Saya tak membutuhkan jawaban kenapa, dan apa, yang jelas, kupahami, maksudMu dan alasanMu pertemukan kami tidak berakhir sampai di sini.

Saya tidak tahu apa rencanaNya, tapi DIA tidak pernah menyia-nyiakan sehelai benang yang mampu menjadi penghubung. Kita tak pernah tahu, esok lusa mungkin merekalah yang temukan jenazah terkapar. Diantara banyak kemungkinan, kuserahkan padaMu untuk memilih yang terbaik.

Lagi, saya, kepada mereka yang kiri kanan pernah pergi, berlari, meninggalkan, atau tetap diam menatap, menepuk pundak, menepis tangan, memalingkan muka, kita yang saling bermusuhan. Saya dan rasa sakit, pengkhianatan, saya tidak mengerti kenapa itu terjadi, tapi siapa kira empat tahun ke depan kita kembali tahu, ternyata maksudNya adalah...
"Menurutmu, kamu jadi lebih baik dari dulu dibandingkan sekarang? Atau lebih terpuruk karena ini dan itu?"
"Jadi lebih baik, sangat! Menarik! Saya tak menyangka bisa lalui itu semua dan menjadi kenal kemampuan diri." ucapku disambut senyum lebar dari dia yang telah (menurut pandangku) berkhianat empat tahun silam. Dan, welcome untuk kamu, kamu, kamu dan semua.

Kita tidak pernah tahu. Tapi kita perlu, LANJUTKAN APA YANG TELAH DIMULAI. 

SELESAIKAN!


6 komentar:

  1. empat tahun kemudian aku ntah menjadi apa, ia ntah menjadi apa. Yang penting aku menjadi diriku.
    Mantap kak. :)

    BalasHapus
  2. Benarkah.. aslan juga sedang melanjutkan apa yang sudah aslan mulai... semangat!

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers