UA-89306807-1

Kekurangan Penulis: Kurang Sabar

Aku menulis hari ini. Lalu kusimpan. Esoknya kubuka, dan kutemukan rasa yang beda. Seperti kurang garam atau kurang rempah. Tapi hari itu aku tidak menemukannya. Kututup dan simpan. Esoknya kubuka dan masih merasakan yang sama. 

Aku mulai resah terlambat menjamu pembaca atau tulisanku jadi basi. Maka kuputuskan meminta sang teman mengicip-icip tulisanku. Sesaat menanti, ia mengatakan beberapa biji cabai kurang tergiling sempurna dan itu menganggu cita rasa pedas.


Selanjutnya kuracik kembali. Begitu selesai aku membiarkannya lagi dan aku masih merasakan ada yang kurang. Dan aku tidak tahu kurangnya dimana. 

Sebelumnya, aku baru menemukan dimana kurangnya setelah sebulan lebih tulisan itu bersarang di kulkas. Kuharap, dia tidak basi.

Menulis juga butuh kesabaran. ^^

5 komentar:

  1. Wih, yang keinget justru makanan. Hihi.... memang bener menulis itu butuh kesabaran dan konsisten.

    BalasHapus
  2. ikutan buka kulkas isni, dan nemu kopiko 78 degrees alhamdulilah yah... :)

    BalasHapus
  3. serasa tertohok tohok bca yg ini.. jd semangat lg qmi mau belajar sabaar nulis nya...
    suka yg iniiiii....

    BalasHapus
  4. welcome alls...
    semangat makan, biar nulis makin kencang. Hhehe ^^

    BalasHapus
  5. aduh jadi laper ni kak isni, laper nulis,, hehehe

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers