UA-89306807-1

Whatsapp: Tentang Rindu

Ssshhhtt! Jangan bilang-bilang dia. XD
Whatsapp merupakan aplikasi yang telah banyak menggantikan layanan SMS. Dulu kita saling bertukar kabar, canda bahkan saling jambakan lewat pesan singkat SMS. Tapi, sejak kita saling menginstall aplikasi Whatsapp, kita jadi semakin akrab. 

Tapi...

Aku tidak lagi menggunakan whatsapp karena hp sebelumnya rusak total. Demi penghematan, aku mengandalkan SMS dan telepon. Sedihnya, aku kehilangan keakraban. Terutama padamu.

Aku yang rentan galau, biasanya memilih kamu sebagai solusi. Menyenangkan memiliki kamu, kamu selalu sigap! Aku suka dan sangat bersyukur. Kamu benar-benar seperti apa yang kamu katakan. Kamu tidak berbohong, well, kecuali tentang pertanyaan-pertanyaan aneh yang pernah aku utarakan. Semisal, 'kacamata barunya keren! Beli dimana? Harganya?'

Sialnya kamu akan mengusiliku dengan jawaban, 'abang dapat dari undian choki-choki. Is mau juga?'

Good. Aku hanya dapat menelan ludah sambil menyumpal mulut dengan daun salad.

Oke. Aku kehilangan kecerian sosokmu. Walau kita berada satu daerah. Kita saudara sepupuan. Akui, usia kita telah dewasa dan pekerjaan kita bukan lagi mengerjakan PR atau saling mengetuk pintu menebar omelan kamar siapa paling jorok.

Fine. Aku kehilangan tempat bergurau. Sesibuk apapun kamu, kamu tetap ada membalas omelanku. Dan, oh yeah. Aku hampir benar-benar percaya kalau kamu tidak mencintai wanita. Tapi, aku mengelus dada ketika Paman dan Bunda mengatakan penuh bahagia kalau kamu, sweet, kamu emang abang terkeren. Menyenangkan bersaudara denganmu. Hhmn, wanita itu beruntung. 

Yang ingin aku katakan di sini. Aku merindukanmu. Hmn... kapan ya terakhir kita bertemu. Aku akan mencoba berpikir. Hmn... di hari kamu mentraktir makan bersama Dek Yat kah? Oh tidak, kamu pernah mengantar sesuatu ke rumah dan menggendong Delisha lalu pergi.

Ah, itu sudah lama sekali. Itu bahkan makan-makan ulang tahunmu. Well, makan-makan ulang tahunku? Tanpa whatsapp, tidak adakah ajakan?

Senin kemarin aku ke bandara, di sana kamu bekerja dan aku mulai menggeledah isi kontak hp. Malangnya, aku kehilangan nomormu dan oh no!
Aku baru mendapatkan nomormu ketika aku diajak pulang. Rasanya aku pengen nangis. Rindu. Walau kalau jumpa sering kikuk. Aku, cuma dapat katakan saat itu lewat SMS, 'Is hawa merumpok ngen abang' *Is pengen jumpa dengan abang.

Kita tidak punya foto bersama. Yap! Kita bukan keluarga yang suka narsis dan manja-manjaan. Tapi cukuplah, aku memiliki banyak potongan puzzle ingatan tentang betapa lucunya kita. Ingat saat kita masih kecil, kamu mengajari kami bermain minyak-minyak kayu putih digosok di badan? Hahaha aku masih ingat!
Apalagi pada bagian aku ngotot berkata ingin menjadi adik kandungmu. Haha itu benar-benar konyol!

Sekarang whatsapp sudah tidak disisiku. Aku segan menganggumu lewat SMS. Aku segan, entah lah. SMS seolah menjadi pengirim pesan paling resmi dan membalasnya secara berkali-kali adalah RUMIT.

Aku ingin punya whatsapp kembali dan aku ingin mengirim cerita aneh dari apa yang aku temui. Terimakasih tidak pernah mentertawakan ceritaku. Bercerita padamu adalah melegakan.

Oh ya aku baru sekali mengirim pesan SMS setelah whatsappku tiada. Aku malah jadi segan mengirimnya pesan SMS. Hmn... aku tahu kamu sedang apa sekarang. Biasanya aku akan menagih janji minum kopi di warung.

Yehay! Dan aku masih ingin tahu apa isi pesan Whatsappmu di hari ulang tahunku. Hehe, pasti singkat padat jelas. Itu khas kamu. Cool.

Wow! Aku pikir kamu lupa! Bahkan kakak kandungku saja lupa!
Hmn... jangan bilang kalau kita akan bertemu di hari lebaran. Itu membalikkan dadu dengan sengaja. 

Entahlah. Kita sudah dewasa, mengutarakan rindu pada saudara seolah LUCU.

Hhmn... dan jika aku punya whatsapp kembali, orang pertama yang akan aku kirim pesan adalah kamu: BF. ^0^
* aku nggak mau dia baca ini, bisa-bisa aku dibully seumur hidup. -_-

Besok deh aku kirim pesan. Soalnya, hari ini aku sama sekali belum menggunakan layanan SMS telkomsel. Yeah yeah, jangan enggak di balas. Entar aku merajuk. XD
//
Dia kan ga baca, ga tau.

Ah, bodo amat. XD

2 komentar:

  1. Ehem. Sms kk aja dek. Dibalas kok walaupun berkali2.. *Abis daftar jagoan SERBU sms :D

    BalasHapus
  2. Lha, yang kami rindu bukan Kak Icha buat apa sms kk? :p
    #kabur XD

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers