UA-89306807-1

Penantian Fee

'Fee, sepertinya dia tidak akan datang. Sebentar lagi gerimis berganti hujan. Fee, kita pulang yuk!' ajakku pada Fee berselimut jaket.

Fee tidak menjawab. Aku membuka payung, tangan kiri merangkul bahu Fee yang kedinginan.

'Kenapa dia tidak datang, Kak?' tanya Fee menoleh sedu.

Aku harus jawab apa, siapa yang sedang Fee tunggu saja aku tak tahu. Aku tersenyum sambil mengeratkan genggaman tangan kami. Tangan Fee sangat dingin, wajahnya yang selalu tampak pucat malam ini semakin putih.

'Mungkin dia sakit, kita pulang ya!'

'Tapi seharusnya dia sudah tiba' balas Fee tapi kakinya tetap melangkah pulang.

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers