UA-89306807-1

Alfia Safitri Perawat Impian dari Sumbawa



Sumbawa tepat 24 April 1990 silam Indonesia telah kehadiran satu generasi yang gemilang. Alfia Safitri atau kerap disapa Fia memiliki mimpi sama kebanyakan putri Indonesia. Mengantarkan diri sendiri mendapatkan pendidikan yang lebih baik adalah usaha yang ia perjuangkan. Bermula dengan perjuangan menentaskan pendidikan SMA yang pada saat itu mulai diterapkan UN tak menjadi kendala dalam belajar. Persaingan selalu ada di depan mata, Fia pun lulus dan kembali mengantarkan mimpinya meraih pendidikan Sarjana.

Universitas Muhamadiyah Yogya dengan bidang ilmu keperawatan adalah pilihannya. Ada jiwa social yang tertanam dalam dirinya dan mulai tergali. Bersama organisasi kampus yang sempat ia tekuni menjadikannya wanita yang semakin sigap dalam menjalankan tanggungjawab.

Fia juga pernah tergabung dalam bakti sosial di Bantul, Yogya dalam menggerakkan desa pembinaan. Di desa tersebut Fia bersama rekannya menyediakan perpustakaan kesehatan, dan 2 minggu sekali diadakan pengecekan kesehatan.

Putri yang merupakan buah hati pasangan Bapak Hasbullah dan Ibu Nani memiliki perwatakan tegas dan friendly. Kedua sikap itu dapat ditempatkannya pada keadaan, sebuah control diri yang sulit namun Fia mampu membawa diri. Hal itulah yang membuat dirinya dipercayakan sebagai coordinator tugas individu pra-PK angkatan 25 LPDP.

Fia sangat terinspirasi dengan Siti Rufaidah, perawat pertama di zaman Rasulullah yang menggagas ilmu keperawatan. Nilai tolong menolong tinggi, ketangkasan dan sumbangan gagasan menggunakan alat sederhana dalam perawatan yang dimilili Siti Rufaidah berhasil menjadi motivasi Fia terus belajar dan bermanfaat di zaman yang serba modern ini.

Fia sendiri punya pengalaman yang tak terlupakan pada November 2012 hingga Desember 2013 yang merupakan perwakilan dari kampus sebagai pertukaran pelajar ke Thailand. Selama di Thailand, Fia mengaku banyak belajar dan menyadari betapa tertinggalnya perkembangan ilmu perawatan yang ada di Indonesia. Fia kagum pada kemampuan perawat yang jauh lebih pintar dan alat-alat yang mendukung. Fia juga belajar banyak mengenal kebiasaan dan kebudayaan antar Negara yang berbeda-beda.

Pola hidup sehat benar-benar dijalankan Fia yang paling suka buah dan sayuran. Fia bahkan paling tidak suka dengan makanan pedas. Wanita yang memiliki kulit saoh matang ini sekarang sedang mengikuti persiapan pelatihan bahasa untuk menunjang pendidikan Magisternya di universitas Prawijaya. Kepada saya Alfia Safitri menitip pesan kepada pembaca, ‘kalau dapat posisi tinggi jangan mudah merasa puas dalam menggapai sesuatu walau usia sudah berapapun, seseorang yang tidak pernah jatuh maka ia tidak akan pernah tahu cara berdiri’, menutup perbincangan seru kami berbagi pengalaman via suara.


2 komentar:

  1. Wanita muda yang menginspirasi...

    BalasHapus
  2. Mantap.. Alfia, kita tulisan-tulisan terbarunya. Mampir di blog, www.ahyarrosi.blogspot.com

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers