UA-89306807-1

Andrian Liem, Mengamati dan Memahami


Impian melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya juga dirasakan oleh pria yang berkelahiran Bandar Lampung pada 16 Mei 1988 silam. Andrian selain sempat menjadi calon kandidat ketua angkatan pra-PK LPDP yang juga memilik pengalaman berorganisasi yang banyak, antara lain adalah; menjadi koordinator Bidang Kemahasiswaan Fak.Psikologi Universitas Ciputra, tim Kurikulum Fak.Psikologi Universitas Ciputra; Tim Akreditasi Fak.Psikologi Universitas Ciputra, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Fak. Psikologi Universitas Sanata Dharma, bahkan bersosial bersama menjadi relawan LSM PKBI DIY (divisi pendampingan remaja sekolah dan divisi media).

Bagi Andrian yang merupakan alumnus Fakultas Psikologi Univ. Sanata Dharma, memperhatikan perilaku, keberagaman watak dan budaya Indonesia sangatlah menarik. Tak puas dengan dengan pendidikan Sarjana yang berhasil diraihnya, Andrian kembali melanjutkan pendidikan Magister Profesi Psikologi Universitas. Gadjah Mada. Diusia yang tergolong muda, Andrian sudah mematok tekad bulat akan merebut gelar doctor sebelum usia 30th. Salah satu alasan ia segera melanjutkan pendidikan lebih tinggi adalah menghindari kurang update perkembangan ilmu yang terus berkembang. Benar saja, impiannya terwujud bersama LPDP lewat program regular.

Observasi merupakan kegiatan yang paling disukainya. Pria berkulit putih ini langsung menancapkan mimpi untuk menelan pendidikan doctor di School of Population Health, Universitas of Queensland (Australia). Berkesempatan mempelajari keberagaman individu dan karakter seseorang yang berasal dari luar Indonesia adalah hal yang tak sabar ditunggunya.

Andrian jujur atas kelemahan yang disadarinya yaitu kurang bisa mengambil keputusan dalam waktu singkat. Pria yang masih berusia 26th ini ternyata pembaca fiksi sejati. Novel-novel penulis terkenal seperti NH Dini, Ayu Utami, Okki Madasari bahkan Paul Coelho menjadi santapannya di hari luang.  
Menjadi sukses dan kembali membangun Indonesia lebih baik adalah salah satu tujuannya berpendidikan. Andrian adalah sapaan akrab teman-temannya. Pria muda yang merupakan anak kedua dari dua bersaudara ini selain sangat terinspirasi dengan Bunda Teresa juga sangat mengidolakan tokoh Mohandas Karamchand Gandh atau yang lebih dikenal dengan Mahatha Gandhi. Mahatma Gandhi merupakan salah seorang yang paling penting yang terlibat dalam Gerakan Kemerdekaan India. Tokoh aktivis yang tidak menggunakan kekerasan, yang mengusung gerakan kemerdekaan melalui aksi demonstrasi damai menjadi sosok yang mengispirasi Andirian dalam hidup.

Andrian termasuk pria yang kurang gemar dengan olahraga, tetapi sangat menyukai travelling. Bedanya lagi, travelling yang dilakukannya adalah mengamati perilaku orang bukan mengamati alam.    

Selama menjadi pengajar di Universitas Ciputra, Andrian sendiri memiliki pengalaman berkesan bersama mahasiswanya. Kilas baliknya, ada mahasiswa yang kalau mengerjakan tugas tepat waktu bahkan ketika diberikan tugas mahasiwa tersebut bahkan melakukan lebih. Andrian juga pernah sangat kesal dengan perilaku salah seorang mahasiswanya yang ketika itu diberi tugas merefleksi sebuah novel, namun mahasiswa melakukan penciplakan dengan tulisan yang ada di internet. Perbedaan sikap dan perilaku yang diterimanya selama mengabdi menjadi acuan untuk terus memahami dang mengerti perilaku orang.

Menggambarkan hidup bagi sosok Andrian itu ibarat kopi, pahit rasanya membuat kita tetap terjaga, namun bisa berubah menjadi manis jika kita sendiri yang menginginkannya. 

2 komentar:

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers