UA-89306807-1

Pergi untuk Kembali Membangun Lombok Timur

Mendengar kata Lombok satu kata yang keluar adalah, pantai! Pulau Lombok adalah salah satu pulau di Indonesia yang terkenal dengan wisata pantai. M Zainul Asrol, pemuda berkelahiran asli Lombok Timur pada 12 April 1991 punya impian besar terhadap perkembangan daerah tinggalnya. Tumbuh besar dan melihat perkembangan daerah yang belum dapat dikatakan sejahtera tidak membuatnya ciut, sebaliknya Asrol bertekad akan membangun daerahnya.
            Asrol, nama panggilan untuk pemuda yang menyelesaikan Sarjana SIMIK STKIP Hamzawadi, Lombok Timur dengan pilihan jurusan Sosiologi. Asrol banyak terlibat dalam kegiatan social demi kesejahteraan masyarakat, khususnya Lombok Timur. Lewat kegiatan sosial itu Asrol dapat merasakan hidup yang sesungguhnya, membantu masyarakat dan anak-anak putus sekolah. Bahkan, Asrol mengepakkan sayap meraih pendidikan yang lebih tinggi lewat beasiswa LPDP. Universitas Gadjah Mada adalah kampus tujuannya dengan bidang Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan.

            Ketika ditanya kenapa ia memilih jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Asrol mengutarakan alasan yang sungguh mulia. Asrol pergi meninggalkan kampung dan bertekad kembali untuk membangun daerah. Potensi yang dimiliki Lombok Timur sangat besar, kekayaan alam juga melimpah, namun sumber daya manusia masih kurang.
            Ada dua target yang dipalukan oleh Asrol selepas meraih gelar Master. Pertama, Asrol kembali ke kampus dan menjadi dosen untuk mencetak generasi yang pergi dan kembali untuk membangun daerahnya. Kedua, pemberdayaan masyarakat. Asrol bertekad membangun usaha Balai Tani yang akan difokuskan pada pemberdayaan tani. Pasalnya tanah Lombok Timur sangat subur namun sangat disayangkan masyarakatnnya miskin. Asrol juga sudah mendalami latar belakang masalah di daerah tinggalnya, Desa Perian Kec. Montong Gading.
            Contoh kasus yang diungkap Asrol, ketika seorang petani panen cabe dan harga cabe melambung tinggi, maka petani lainnya akan ikut menanam cabe. Kebiasaaan tersebut membuah harga cabe jatuh sedangkan hasil panen telah melimpah ruah. Asrol ingin sekali membina masyarakatnya agar dapat mengelola pertanian lebih baik agar keuntungan hasil panen mampu mengangkat kemiskinan.
            Selain dibidang pertanian, Lombok Timur juga kaya akan pariwisata. Salah satu pariwisata yang dicari adalah Wisata Rinjani dan Pantai Pink yang tepat berada di kaki Rinjani. Asrol menggambarkan daerah asalnya yang memiliki kekurangan dan kelebihan, salah satunya adalah Pantai Pink. Komentar Asrol tentang Pantai Pink itu sendiri adalah, ‘pantainya indah kayak syurga, tapi jalan menuju ke pantainya kayak ke neraka’, maksud Asol masih kurang sarana dan prasarana dalam memoles kecantikan pantai tersebut. namun, kabar terkini yang dibagikan Asrol pemerintah sudah mulai melirik Pantai Pink dan memperbaik infrastruktur lebih baik lagi.
            Pemuda yang menyukai bacaan novel terjemahan seperti karya Dan Brown, The Da Vinci Code juga mengutarakan tentang wisata budaya daerahnya. Merarik adalah salah satu budaya menikah dimana pria diakui tangguh bila mampu membuktikan keberaniaanya mengambil diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua si gadis. Namun seiring berjalannya waktu budaya merarik mulai hilang, bahkan Asrol sendiri jika ingin menikah memilih prosesi melamar.
            Mimpi besar Asrol untuk membangun kesejahteraan masyarakat Lombok timur yang merupakan daerah berpendudukan terpadat, dua kali lipat penduduk Sumbawa tak membuatnya surut. Asrol yakin, sumber daya alam Lombok Timur yang melimpah akan menghasilkan sumber daya manusia yang lebih baik.



0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers