UA-89306807-1

Ayah!

Saat aku mulai menulis Hillary Duff sedang mendendangkan sebuah lagu 'Wake Up' untuk kita. Hy gaes, morniiing...

Hihi tiba-tiba aku pengen ngisi ini blog. Kesian juga dia kesepian, haha.

So, nulis tentang apa ya?

Hmn... gimana kalau siapa yang paling kamu rindukan selama di Malaysia?

Ayah!

Hmmn... aku akan berbagi cerita ini tentang Ayahku. Kenapa ia begitu istimewa. Ketika aku jatuh cinta, pria ini mengikuti setiap tetesan cintaku. Tanpanya, aku tidak sampai sejauh ini dan aku tidak mungkin mampu mencintai dunia ini.

Ayahku adalah pria yang rajin. Dia memilik dada yang merah karena menyenangi berkebun sebelum dan sesudah pulang dari kantor. Ayahku pantang lelah. Baginya, jika capek beristirahat bukan berhenti atau menyerah. Itu ayahku. Itu point pertama kenapa dia istimewa.

Selanjutnya, Ayahku adalah pria yang tidak menyerah memeriksa waktu makanku. Oops, aku anak yang paling bandel kalau masalah makan. Lebih cinta tugas daripada makan malam, dan Ayah tidur di depan TV beberapa jam sekali membuka pintu kamar dan bertanya sudah makan?

Hehe rasanya aku sering menulis di status facebook, twitter, line, bbm tentang Ayah. Tulisan itu tidak terjadi jika hati tidak terketuk palu rindu. Tuhan tahu itu. Bukan hendak mencemburui teman sekalian yang telah dipanggil sosok ayah kembali pada sisiNya. Bukan, aku hanya menuangkan perasaan dan berharap kita semua senantiasa mengingat semua tentang Ayah. Itu membuat aku meneteskan air mata. Yap! Sering. Maka menangislah, kita tidak tahu berapa banyak orang tua kita menumpahkan air mata dan mengadu mengemis pada Rabby atas kesehatan dan kesempatan yang kita nikmati sampai hari ini.

Cengeng?
Kamu menangis banyak untuk hati yang patah karena cinta manusia. Kenapa malu manangis untuk orang tua? Mereka ada dalam seluruh hidupmu. Bahkan jika menikah nanti, sepatutnya setiap memandang wajah pendamping cinta kepada orang tua tetap mengalir. Semakin mencintai apa yang dinikmati, semakin bertambah syukur karena telah hidup dari air kasih mereka.

Hihihi yang makin bikin aku kangen tuuh, Ayah nitip pesan pada Azet kalau aku tidak mau makan untuk menjewer kupingku. Hahaha semalam Ayah mengulang pesan yang sama pada Azet. Ayaaaaaaaaaaaaaah. Please deh. XD

Cukup dulu ya tentang Ayah. Lain kali nulis lagi, aku sudah bertekad padanya akan memusnahkan Theorical Mechanics semampuku. Aku harus berusaha setidaknya, bukan?


Have fun with you day, and you family gaes.

Titip rindu dan sehat selalu untuk Mamak dan Ayah Isni di rumah. Amiin. :)

1 komentar:

  1. Pulang nanti mau minta ayah baca tulisan ini lah hehehehehe

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers