UA-89306807-1

Catatan Hati untuk Ayah

Berikut adalah catatan hatiku untuk Ayah yang pernah tumpah di laman facebook. :)

7 Mei 2015
Rumah kedua setelah keluarga adalah ukhuwah fillah. Syafakillah bagi yang sedang sakit. Tetap kuat bagi yang ditimpa musibah. Bangun walau berkali-kali jatuh. Pompa terus semangat walau usaha masih jauh dari hasil.
19 April 2015
Again, about Father. Beberapa minggu yang lalu Ayah sepertinya baru saja melihat ranjang single di asrama dari sebuah gambar. Lewat free call via Line Ayah bertanya pertanyaan yang membuatku tertawa, 'apa tidak jatuh kamu tidurnya?'Hihi, bagi seorang ayah seberapa pun besar angka usia dan tubuh seorang anak, tetaplah anak yang disayang dan khawatir penuh untuknya. Tuhan tahu, ini namanya rindu.

12 April 2015
Laki-laki, kenapa kamu begitu lalai dengan waktu Shubuh dan hanyut dalam tidur. Tidakkah kamu ingin menjadi seorang Ayah yang terbaik untuk anakmu?

9 April 2015
Teringat kata-kata Ayahnya Athazet Mawaddah, 'Ayah sabe meudoa keu aneuk, han mungken han geukabulkan, doa ureung ciek tanpa hijab'. 

21 Maret 2015
Pak, anakmu menulis satu puisi cerita
dimana menangis sedu sedan jadi tombak katatiap kumandang azan, 
rimbun pohon berderet rapi kuasaNya
anakmu terkejut pada suil-suil di dalamnya

Pak, anakmu kira habis sudah masaku di sini
tak sadar aku pada peluh habis kaumencangkul
Pak, azan berkumandang lima kali seharian
akmu dengar di sinipada gemerisik daun,
pepohonan nan rindang itu kutemukan yang beda
suil-suil burung bersembunyi menyahut indah panggilanNya
ibarat doamu, diam-diam mimpiku terijabah olehNya
Pak, anakmu rindu kau berdiri di depan sebagai imam 
anakmu rindu pada kegiatan malam ketika kau diam-diam intip kelakuanku
ketika kaucemburu saat hati ini jatuh cinta
Pak, ini kali pertama kita berpisah lama
saling mendoakan, 
hanya itu yang bisa kulakukan
sayang Bapak.😃 

smile emotikon

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers