UA-89306807-1

Sebuah Essay Menjemput Mimpi



Sebuah essay dengan tema;

Apa yang akan Saya Lakukan untuk
Daerah/ Lembaga/ Instansi/ Profesi Saya Setelah Lulus



Bismillahirrahmanirrahim

Saya Isni Wardaton, salah satu putri Indonesia yang mempunyai mimpi besar. Berdomisili Aceh Besar, tepatnya di Desa Miruek Taman, Kec. Darussalam tak membuat mimpi saya  luruh. Sejak kecil Ayah tidak hanya mendidik saya untuk belajar mandiri, juga tidak pantang menyerah. Hari terlalui, saya tumbuh dewasa dan menyelesaikan pendidikan sesuai yang Ayah impikan. Tapi, mimpi Ayah sesungguhnya belum sampai. Saya, juga putra-putri Indonesia, khususnya di Aceh Besar akan menjadi estafet dalam memajukan dunia pendidikan.

Keseharian saya adalah mengajar dan menulis. Pengalaman yang paling memilukan di Aceh Besar adalah masih kurangnya tenaga pengajar yang terampil dalam menggunakan laboratorium, terutama laboratorium Fisika. Menitik balik 2004 silam, banyak sekolah area pesisir pantai beserta isinya dilumat tsunami. Waktu berlalu, perlahan sekolah-sekolah tersebut bangkit dengan bantuan dari penjuru dunia. Tapi, miris kenyataan yang dihadapi adalah banyak alat peraga yang disumbangkan namun guru bidang studi Fisika tidak mampu menggunakannya.

Selain itu, mengikuti perkembangan zaman bidang pendidikan Fisika, pengajar dituntut untuk kreatif dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Media elektronik seperti televisi telah banyak mencuri perhatian anak-anak. Siswa lebih menyukai menonton daripada belajar. Apalagi untuk pelajaran Fisika yang dikenal membosankan, siswa semakin tidak tertarik untuk belajar. Untuk itulah dibutuhkan keterampilan/skill yang dimiliki oleh pengajar agar melahirkan media pembelajaran yang tak hanya menarik, tetapi juga mampu mendongkrak prestasi siswa.

Tak terkecuali, sekolah yang selamat dari tsunami saja masih belajar menggunakan metode mencatat buku tanpa melibatkan praktikum. Terutama pada beberapa subbab pelajaran yang dianggap sulit, seperti listrik dinamis, getaran dan gelombang, induksi elektromagnetik, dsb. Keadaan-keadaan seperti ini yang seharusnya dibersihkan oleh tsunami. Namun, inilah tugas saya dan putra-putri Aceh untuk memberikan solusi yang tepat. Beruntung bagi baya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan judul skripsi ‘Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Animasi Komputer pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis di MAS Darul Ihsan’. Lewat tugas akhir tersebut saya berupaya mendapatkan solusi dari masalah di atas, yaitu sebuah media pembelajaran berbasis animasi komputer yang saya desain sendiri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut saya merasa punya secercah harapan untuk mendongkrak nilai dan semangat belajar siswa.

Aceh membutuhkan penggerak. Jika bukan dari putra-putri daerah sendiri, siapa lagi? Karena itu, saya bertekad untuk memperdalam ilmu pendidikan Fisika agar dapat menggerakkan siswa-siswi Aceh menjadi cerdas dan inovatif.

Selain mendalami ilmu pendidikan Fisika, Saya juga terlibat dalam sebuah Forum Lingkar Pena Wilayah Aceh sejak periode (2009-sekarang). Forum tersebut selain memberi ilmu menulis, Saya juga belajar banyak hal tentang kepemimpinan. Kesenangan dalam menulis juga saya selaraskan dalam bidang pendidikan Fisika. Saya telah menyelesaikan sebuah naskah cerita anak tentang pertualangan berisi ilmu Fisika. Saya pikir itu juga sebuah potensi dalam menyampaikan ilmu secara lebih luas dan tak kenal masa.

Saya bermimpi melewati hari-hari dalam tangis dan tawa anak Aceh untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Saya juga bermimpi memiliki ilmu yang dapat dibaca kapan saja. Saya cukup berpotensi untuk mencerdaskan anak bangsa. Namun, saya sadari bahwa kemampuan saya masih kurang. Saya sendiri masih membutuhkan sokongan dan wadah untuk menggapai mimpi-mimpi tersebut dan mengabdikannya untuk negeri tercinta.  

Harapan Saya, semoga ilmu dan pengalaman tak hanya mampu mendongkrak pendidikan daerah tempat tinggal saya, Aceh Besar, tapi juga memperbesar jejak dan langkah untuk mengantarkan Indonesia menjadi negara yang mampu mencerdaskan anak bangsa.

____________________________

Ditulis dengan doa pada 8 Agustus 2014. Sebaik-baik doa adalah usaha. Terimakasih LPDP telah percayakan saya untuk menjadi salah satu estafet dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan Fisika di Aceh. 

Penulis sedang menempuh pendidikan master di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. 

Sedikit saran yang disampaikan interview, tulisan essay saya seharusnya ditulis dengan alur maju-mundur. Hari yang indah untuk menjemput mimpi kita semua. *smile*

1 komentar:

  1. Oiya is, aku jadi penasaran.. pas bencana tsunami itu gimana kampungmu? kena juga gak?
    terus yg tulisan kamu naskah cerita anak tentang pertualangan berisi ilmu Fisika yang mana ya? keknya keren tuh :D

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers