UA-89306807-1

Peusijuk, Penyambutan Terindah


Pada foto ini terekam senyum bahagia Mamak dan Bapak menyambut kepulanganku Juni lalu. Sudah menjadi tradisi adat di Aceh dipeusijuk, didoakan oleh sanak keluarga. Termasuk ketika hendak berpergian jauh.
February lalu ada weuh hate (sedih) karena tidak ada acara peusijuk dari keluarga besar. Ya, saat itu waktu sangat terjepit. Tibanya di rumah setelah mengurus visa belajar di Jakarta hanya menyisakan dua hari sebelum berangkat lagi ke Malaysia. Total saja hati saya campur aduk saat itu.
Namun, Mamak nggak lupa dengan tradisi baik ini. Saya dibuat terkejut dengan acara yang tidak diberitahu sejak awal. Suprise! Penyambutan yang sangat-sangat indah. Kata Mamak, peusijuk ini menggantikan peusijuk sebelum berangkat, alhamdulillah selamat dan semoga seterusnya selamat dan beujet kebut (bermanfaat ilmunya). Nyanyak, Bunda, Ati, Anda Zakiah, Kak Lis, Kak Nopi, terimakasih doanya. Terus doakan Isni yaa.
Sekian banyak foto yang terekam hari itu, gambar ini paling saya sukai. Saya menggunakan gambar ini sebagai wallpaper whatsapp. Aplikasi yang paling sering saya gunakan sehingga teringat selalu pada kedua orang tua jangan sampai lalai.
Kanapa paling suka foto ini? Ihihihi Bapakku cuma tersenyum kayak gini karena dua hal, pertama ketika ia membanggakan anak-anaknya, yang kedua ketika berharap menjadi lebih baik. Sedangkan dalam gambar ini adalah yang kedua. Saya berjanji akan memberikan yang terbaik. 
smile emotikon
Sedangkan Mamak tertawa sangat lepas karena dari dapur belum sempat berganti pakaian. Bapak juga masih dengan seragam dinas dari kebun. Tapi, ini gambar terbaik kita.
Orang tua adalah kunci kesuksesan. 

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers