UA-89306807-1

Apa kesan kamu hari ini?


Ada banyak hal setiap yang terlalui selama di Malaysia, khususnya di kampus UPSI ingin saya tuliskan. Tapi selalu urung karena begitu cepat tergantikan dengan kejadian yang silih berganti. Setiap yang terjadi berkesannya lebih dan rasa ingin menyampaikan pun lebih. Namun selalu berakhir tidak menulis apa-apa.
Seperti halnya tadi saya ke pesta buku dan bertemu dengan novelis melayu, Noor Soraya. Beliau adalah penerjemah beberapa buku Andrea Hirata. Saya sampai membeli bukunya dan kita berbincang akrab. Bedah buku tadi berhasil menarik minat menulis saya. Tapi begitu keluar dari gedung SITC saya telah memikirkan hal lainnya. Mengeprint lembar kuestioner untuk kajian rintis besok dan bergegas ke kampus karena prof sedang menunggu.
Yap! Setiap kali akan berhadapan dengan prof saya selalu siaga jika pulangnya akan berteriak kencang. Tapi itu menjadi kesan saya tersendiri. Saya turun dari bus dan berjalan kaki ke ruang lab. Baru saya sadari ternyata block 4 sangatlah luas.
Saya pun tiba. Prof sedikit kecewa karena saya janji datang petang baginya saya datang malam. Saya tiba pukul 4.30 bagi kita itu sore, yuhuu di sini udah disebut malam. Saya lupa perihal itu tapi prof menyambut dengan senyumnya dan saya siap antara gelak atau teriak.
Prof akan kedatangan pelajar dari Indonesia Selasa nanti dan you know apa yang selanjutnya, yeaach saya diminta membantu beliau menjelaskan penggunaan aplikasi tracker. Saya mempelajarinya pada semester satu. Saya sangat-sangat tertarik selain karena itu juga bagian dari project akhir saya adalah prof selalu memiliki ide gila. Prof Rosly membuat saya lebih menikmati belajar fisika.


Kemudian saya membawa pulang sebuah modul dan harus segera menyulapnya dalam bahasa Indonesia. Oke prof. Kerje gile saya start malam ni. Siapa yang tak tidor? Saye. Hahahahhaaha
Saya pulang ada adegan lupa-lupaan lagi. Sudah di kantin tapi lupa beli lauk. Yowes balik. Sesampai di rumah saya disambut oleh teman dengan pertanyaan, 'bagaimana hari ini?'
Saya menjawab, 'shalat dulu baru boleh teriak', hahahha

Kuncinya Tuhan tahu saya mampu. Jalani saja

2 komentar:

  1. Aih, serunya yang kuliah di luar negeri .... Bener sekali Isni, Tuhan pasti nggak nguji kita di luar kemampuan. Dia tahu hamba-Nya mampu menjalani ...

    BalasHapus
  2. Seruu dimana pun bisa jadi seru asalkan kita ikhlas menjalaninya. InsyaAllah.

    Iya benar, itu kan janji Allah. :)

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers