UA-89306807-1

I am Bad Women


Hi, guys.
Ada beberapa hal yang mulai berubah dari hidup ini, misalnya paling remeh adalah mulai senang menggunakan kata sapaan ‘saya’. Okay, read more.

Selamat datang semester dua, selamat belajar dan semester ini saya punya teman sekamar. Azeet, lambaikan tanganmu ke kamera, senyum manis oyaahhh kliik!

Pada semester satu saya mendapat singgle  room, semester ini juga sih tapi saya meminta couple room karena yaa ada banyak hal yang saya harus pelajari selain duduk di bangku kuliah.

Pertama sekali saya harus belajar menulis disamping teman, membaca buku di samping teman. Dua hal yang paling sulit saya lakukan selama ini. Yap! Otak kiri dan kanan belum bersahabat. Semoga Azet dapat membantu. Ssstt walau saya mengatakan padanya bahwa ketika saya sedang menulis atau membaca saya tidak menggubris mohon dimaklumkan. Hahahaha...

Selain itu ada yang beda dengan suasana rumah baru. Suasana yang menyatakan bahwa saya adalah gadis buruk. Sensitif terhadap aroma paling tidak ada pada saya. Azet dan Kak Evi paling peka dan sudah mewanti-wanti bagaimana menyikapi bau asap ketika memasak pada kain jemuran. Oh, no! Saya tidak pernah memikirkannya.

Selain itu saya juga belajar menata kamar dan menjaga setiap hari tetap rapi. Karena? Kamar ini adalah milik bersama, bukan saya seorang. Sepertinya ini (juga) menjadi bagian paling sulit. Karena mengingat cara saya belajar adalah dengan memberantakkan buku sambil lenyeh-lenyeh di lantai. Fufu, saya akan menarik nafas dalam-dalam dan berharap semua akan baik-baik saja. Bagaimana pun suatu hari nanti saya akan berbagi kamar dengan pria yang saya sayangi dan memberi kenyamanan padanya. Mari menerima perubahan dan memanfaatkannya. Semangaaatt!

Ini adalah hari pertama saya sekamar dengan seorang teman. Ternyata rasanya lebih bersemangat. Ketika waktu azan subuh saling membangunkan dan beribadah bersama. Yes, itu juga menjadi bagian baiknya ketika bersama. Semoga bagian lalai tidak menghiasi kamar kami. Hahaha

Yapp, ternyata I am bad women. Saya jadi berpikir bagaimana teman dapat menerima saya sampai sejauh ini. Bahkan saya tidak pandai dalam mendisiplinkan diri. Saya masih belajar. Tapi teman, kalian memilik hati yang luas dapat menerima kekurangan.

Entah, saya paling takut memasak. Takut atau kurang percaya diri. Sepertinya, saya akan menyingkirkan perasaan itu dengan mengeluarkan keahlian terbatas. Oops.
Selagi di tanah rantau, saya harus menggunakan waktu ini dengan sebaik-baiknya bukan?

Misalnya pada perubahan kecil selama di rumah (kampung) saya paling tidak akan diminta tolong mengangkat barang berat. Ada Ayah dan Adik laki-laki. Tapi kemarin saya menurunkan banyak sekali barang dari lantai empat ke lantai dua. Merapikan kamar dan menata lemari. Entah ini sudah termasuk rapi atau belum, saya senyum-senyum sendiri bagaimana lelahnya Mamak ketika dulu mengajarkan ilmu ini. Ckckck... (dulu) ini hanya terjadi ketika saya jatuh cinta. Ops!

Cukup deh saya bongkar kebiasan yang hanya menjadi rahasia diantara kita dumay. Wkwkwk... 

3 komentar:

  1. jom belajar sama2, to change our bad habbit hehehe
    manfaatkan LDR dengan keluarga untuk lebih mandiri, dan bisa segalanya.
    i'm waiting for the next post, specially about me ya heheh
    thanks Istons (panggilan Sayang)

    BalasHapus
  2. Yappy, insyaAllah pulang nanti bawa kejutan lebih baik. Amin
    Okay, pantengin terus blog aku ya hahaha :p

    BalasHapus
  3. adaptasi dengan lingkungan juga yah ,,,hehehe

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers