UA-89306807-1

Pergilah amarah



Ketika kamu masuk dalam hidupku. Saya berusaha keras memahamimu. Mungkin semua yang saya lakukan tidak terlihat. Tidak dapat kamu rasakan.

Bukankah kita sama tahu. Ketika dua orang bertemu ia akan berhadapan dengan dua kepala, dua kepribadian, dan dua keping hati.

Saya bangun pagi dengan mata sembab. Tidak semangat.

Ruh saya pulang ke tanah pertiwi. Di sana ada ayah dan memeluk erat. Saya tengadahkan kepala dan air mata saya jatuh sebari berkata, 'Ayah, kenapa anakmu begitu sulit mengontrol diri ini. Sampai kapan saya seperti ini. Ayah, peluk anakmu karena pada tanganmu saya merasakan kasih Tuhan."

Tapi saya di atas kasur dengan tatapan murka. Saya sendiri tidak sanggup melihat diri. Saya malu. Bagaimana saya dapat menjaga merawat hatimu sedangkan hati ini begitu sulit saya tata.

Tengadah tangan pada Tuhan. Pinta saya padanya agar Ia lumatkan amarah yang berkecamuk. Sungguh, saya tidak nyaman dengan diri ini. 

Saya yang sedang meringkuk malu. Pergilah amarah. Agar saya dapat mencintai diri (kembali). Dari diri ini, seseorang di sana berharap saya baik-baik saja. 

0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers