UA-89306807-1

Assalamualaikum, Ta'aruf



Kata Ta'aruf kerap dekat dengan mereka yang sedang mencari teman hidup dengan cara yang benar. Menjalani proses ta'aruf itu sendiri tidak bisa diingkari bahwa manusia adalah makhluk yang unik. Ketika menjalaninya tak bisa kita pungkiri tentang satu perkara penting, yaitu penerimaan. 

Manusia adalah makhluk yang unik. Bersamanya terdapat beraneka ragam perbedaan. Tidak ada satu pun manusia yang sama dengan lainnya. Secara keseluruhan. Itulah kenapa peran penerimaan menduduki kesan yang tak kalah menarik. 

Saya pula bertanya-tanya, apakah penerimaan itu? Siapakah yang menerima saya sampai hari ini? Kenapakah mereka menerima saya sampai hari ini. Siapakah yang menolak saya sejauh ini. Kenapakah ia menolak saya?

Saya akan mulai menjawab sebagai talian mengenal diri sendiri. Penerimaan adalah suatu sikap yang mampu menempatkan penolakan dan mengubahnya menjadi cinta yang berterusan. Sulit untuk berbohong pada hati bahwa sebenarnya pada seseorang yang telah diterima dalam hidup hari ini ia memiliki beberapa hal yang kurang disenangi. Karena keridhaanNya yang dicari, kekurangsenangan yang ada pada seseorang perlahan berubah menjadi penerimaan. Namun jangan salah pula, penerimaan tidak berlaku pada perkara yang membawa diri ke dalam jurang. 

Ta'aruf meminta kita memiliki kriteria. Apa yang diinginkan dan bisa pula termasuk apa yang dihindarkan. Saya tidak pernah secara langsung berta'aruf dengan ibu dan bapak. Bukan karena ibu telah melahirkan dan bapak telah mencukupi nafkah lantas menerima kehadiran saya. Saya yakin, jika bukan karena dalam langkah mereka bukanlah ridha Allah yang dicari, mungkin hari dimana saya lahir adalah penolakan pertama yang saya terima.

Saya tidak pernah meminta teman-teman untuk tetap berdiri di dekat saya. Saya tidak punya hak melarang mereka meninggalkan saya. Tapi saya punya rasa ingin tahu kenapa temanku kamu betah, dan kenapa kamu tidak.

Ta'aruf bisa menjadi momok yang menakutkan. Karena kemungkinan penolakan daripada penerimaan yang diharapkan. Ya. Memang menakutkan. Tapi mengingat lagi bahwa manusia adalah makhluk yang unik, terkadang sulit untuk diterima jawaban kenapa. Tapinya lagi, keunikan yang ada dalam diri sendiri (kamu-saya) selama menempuh proses hingga mencapai penerimaan mengingatkan betapa sulit menerima dan tidak akan melepas kecuali izinNya.

Saya Isni Wardaton, kembali ke kertas kerja. Assalamualaikum, Ta'aruf. 

3 komentar:

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers