UA-89306807-1

Be Cool, Bujuklah Mimpi dengan 4 Hal Ini


Jika kamu adalah salah satu yang sedang dikelilingi dengan kisah mereka dimana satu persatu dari 100 mimpi pernah tertulis tercapai. Sekilas memang kisah mereka akan memicu gairah kamu untuk ikut menaruh mimpi setinggi mereka bahkan lebih tinggi. Tapi apakah semudah yang keluar dari mulut mereka? Semengagumkan membaca cerita blog mereka? Sayangnya kebanyakan yang mereka ceritakan padamu adalah secuil. Hanya secuil. Sekali lagi, hanya secuil dan tidak ada apa-apanya dibandingkan merasakan sendiri prosesnya.

Terlebihnya lagi, siapa sih yang tidak pernah bermimpi melanjutkan pendidikan? Apalagi melanjutkan pendidikan tanpa perlu memikirkan biaya kuliah, uang saku, uang beli buku, apalagi bajet penelitian plus tiket pulang pergi, free. Ngebayangin aja bikin ambil pena dan masukin dalam chek list 100 mimpi. Nah, sebelum gairah Kamu kusut seiring kertas mimpi terselip dan hilang. Saya akan menambahkan yang secuil tidak diceritakan orang dalam meraih mimpi.

1.  Survey
Sebelum benar-benar terjun ke lingkungan baru, khususnya buat kamu yang merasa diri kurang dalam bersosial dengan sekitar. Penting sekali untuk kamu lakukan survey seperti apa lingkungan baru itu. Apakah bersyariat islam bagi kamu yang aktivis, apakah menu makanan akan cocok dengan lidah dan bagaimana jika tidak cocok. Bahasa apa yang mereka gunakan untuk komunikasi, bagaimana jika saya salah paham? Termasuk juga bagaimana jika mereka marah? Intonasi bicara mereka diartikan seperti apa? Perlu untuk kalian ketahui bahwa pertanyaan survey tentang lingkungan kampus juga masuk dalam daftar list pertanyaan interview. Mereka juga mau lihat, seberapa siap sih kamu menerima perubahan?

2. Go on

Hingga tibalah hari yang kamu bakal ngeransel laptop dan sekoper baju siap melanjutkan perjalanan. Sebelum terbang nggak ketinggalan jepret gambar. Tentunya kamu bakal pergi dan harapan saya tidak mengentengkan survey. You just go on. Tapi penting buat kalian ketahui bahwa keputusan pergi itu pantang sekali untuk pulang (sebelum selesai). Artinya, ketika kalian putuskan untuk mencangklongkan ransel dan menyeret koper, komitmen hingga akhir pertarungan ada dalam genggaman tangan. Kalian bisa dengan mudah membukanya atau menggenggam lebih erat. Pergi artinya kamu telah siap dengan segala konsenkuensi yang bakal dihadapi.


3. Survive

Di sinilah peran kamu sesungguhnya. Bagaimana kemudiannya kamu yang akan berbagi secuil rasa. Saya akan mengingatkan kembali apa yang kebanyakan orang telah katakan, untuk hidup kamu hanya perlu bertahan. Seberapa mampu kamu bertahan dengan gejolak yang ada saja terlewat dalam survey. Akan ada masanya kamu bakal menyendiri memeluk tubuh sendiri. Meraung-raung pada cerminan diri. Menghapus air mata sendiri. Hingga terpatri lekat ilmu hidup yang tanpa disadari Allah lah yang selalu di sisi. Ada masa dimana kamu akan berpikir aku tidak butuh teman, aku tidak butuh siapa-siapa. Mereka tidak akan mampu membantu. Cukup, cukup Allah saja. Ada masa dimana kamu akan melepaskan egois dan kenaifan di atas sajadah. Akan ada masa kamu dihujat bodoh. Tapi percayalah tidak ada rasa yang lebih menyakitkan dalam perjalanan mencari ilmu selain merasa diri bodoh. Sangat-sangat bodoh betapa sulit menerima ilmu.

Harapan saya, jika kamu sedang berada pada tahap ini. Bertahanlah. Janji Allah bahwa dalam hidup ini tiada kesia-siaan. Bertahanlah, di dalam kegelapan kamu akan menemukan cahaya dari hatimu. Kamu hanya perlu bertahan.

4. Rejection
Tidak semua dari kita mampu melalui dengan baik kata 'penolakan'. Nyesak aja rasanya ketika semua teman menerima penerimaan, kamu malah nerima penolakan. Eiits. Jangan pesimis dan give up dong. Intipin kisah temanku di sini ya, semoga membantu kamu untuk give up for never give up. 

Keempat poin yang telah saya sebutkan di atas semoga dapat membantu kamu. Bermimpilah untuk menambah ilmu. Ilmu akan menuntunmu untuk lebih dekat dengan pemilik ilmu. Hasbiyallah. Cukup Allah bagiku. 



1 komentar:

  1. Penolakan ga ada ya?? Karena penolakan akan membuat batas kesabaran dan keikhlasan yang menciptakan api atau sebaliknya, mimpi padam. Semangat isni...

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers