UA-89306807-1

Berburu KETAM LEMBUT Di Kuala Gula Negeri Perak

Berhubung hati lagi bahagia karena dapat hadiah ulang tahun domain dari Bang Monza Aulia, so kudu rajin-rajin posting. Nah, postingan kali ini pun masih berbau ulang tahun saya lima Juni lalu. Setelah puas mencari durian diantara semak-semak belukar, dan memakannya ludes. Maka perjalanan kami selanjutnya masih di Negeri Perak, Malaysia. Meninggalkan jauh Kuala Kangsar untuk sampai ke Kuala Gula demi berburu kuliner KETAM LEMBUT.

Selama perjalanan saya sengaja tidak bertanya, 'KETAM LEMBUT itu apa ya?' Biasanya Azie yang akan menerangkan sampai saya paham, kalau tidak paham juga ia akan searching gambar dan menunjukkan hingga saya manggut-manggut, 'Ooh itu...'

Saya menyimpan penasaran hingga tiba di sebuah tempat yang kesan pertama adalah rada mirip pasar ikan. Ada banyak boat di sana dan rumah makan di atas air. Saya berjalan hati-hati melintasi kayu setapak yang mulai di tutupi air laut yang sedang pasang. Kami memilih tempat duduk yang dekat dengan pemandangan air dan angin sepoi-sepoi. 



Rumah makan itu diapung dengan bantuan drum yang diikat sekeliling rumah makan. Jadi tidak perlu khawatir air masuk ke lantai kayunya. Aah, sejuk pula mata memandang dengan pemandangan tanaman bakau di seberang laut. Boat hilir mudik dan bibir pantai berjejer rumah pondok. Rupanya ini merupakan tempat wisata. Para pelancong yang hobi memancing akan memilih tempat ini untuk memuaskan hasratnya. Tempat penginapan dan rumah makan sangat menggiurkan kantong. So, tidak salah dong jika tempat ini yang kamu cari untuk menghabiskan kepenatan di akhir pekan. 


Siapa sangka tempat yang rada mirip pasar ikan ini paling diminati pemanja lidah. Kami tiba pukul 12 siang, selisih waktu sedikit saja satu persatu meja penuh sesak ramai dengan segala jenis bahasa. Maka mari fokus pada, KETAM itu apa ya? Saya malah berpikir itu adalah ketan. 

Pesanan KETAM LEMBUT pun tiba. Saya mengambilnya dan memastikan apakah dia dan ternyata, coba kalian tebak dari gambar berikut, apakah dia?


No! Itu bukan jamur goreng, bukan! Melainkan kepiting tanpa cangkang yang di goreng. Rasanya? Krenyes-krenyes sedap! Mau makan kaki takut terjepit? Ini malah renyah banget langsung mau lagi mau lagi. Cocok banget buat aku yang malas kupasin cangkangnya takut tergores bibir yang tidak seberapa seksi ini.

Yaap! Bahasa melayu dari kepiting adalah KETAM. Karena ketam ini lembut banget, makanya dia beken dikenal dengan KETAM LEMBUT. Makin lembut lagi nyampe perut karena kita ditraktir Kak Syidah, katanya sih dalam rangka perayaan hari lahirku. Nyammmy.


Pada nanya dimana tempatnya? Saya sadar diri pelupa dan paling kagak bisa hafal jalan, apalagi ini kampung dan tanah di rantau. Saya fotoin saja pampletnya buat kalian. 


Berhubung suasana ramadan, kami bertiga mengucapkan selamat berpuasa. Awas lho jangan baper, waktu berbuka masih lama. See you di catatan perjalan selanjutnya. BYE!

4 komentar:

  1. Isni, tanggung jawab. Pulang nanti bawa pulang utk kami T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi bawa pulang diri aja cukup kan. 😎
      Apa kita buka rest or an aja 😁

      Hapus
  2. nice isni! good writing 😊

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers