UA-89306807-1

Makmeugang Di Kampung Durian Runtuh


Berbicara Makmeugang yang identik dengan makan daging bagi masyarakat Aceh, namun menjadi berbeda di hari yang bertepatan genap usia saya 25 tahun. Inilah kali pertama saya makmeugang tanpa daging. 

Masih dengan perjalanan bersama dua rekan saya Azie dan Kak Syidah pulang ke Kampung Durian Kuala Kangsar di Negeri Perak, Malaysia. Begitu buka pintu rumah keluarga Kak Syidah kami sudah menanti lama plus langsung saja disungguhi sepiring durian siap di santap. Nyaammmy. Kalau kata Upin-Ipin, 'Sedap sedap sedap!'

Pagi lima Juni tidak terdengar kokok ayam, manarik handuk kami pun bergegas mandi. Buka tudung saji pula durian cantik terbelalak mata minta di santap lagi. Apa daya tergiur lidah, habiskan! Yeay!

Jujur, saya sedikit kecewa makan durian tanpa kulit. Secara teringat suasana rumah, ayah selalu membawa pulang segoni durian dan dibelahnya sendiri. Namun, kedua teman saya itu memang suka sekali buat kejutan. Tiba-tiba saja saya sudah sampai di bawah pohon durian. Ya iyalah saya merasa terkejut, habisnya durian tumbuh diantara rumah-rumah. Kiri kanan kulihat saja, pohon durian. Bener-bener sesuai dinamakan kampung durian. Hampir semua rumah warga ada pohon durian.

Walau emang dasarnya anak kampung, saya tetap aja kampungan kalau melihat yang hijau-hijau. Saya berjalan pelan dibawah pohon durian karena banyak ranjau. Kak Syidah yang lebih dahulu mencari durian berteriak, 'Isni, tak de la duriannya.'

Maka muncullah kecewa lagi. Saya pura-pura tidak mendengar ucapannya malah menyibak rumput tebal dengan kaki. Berjalan lagi, menyibak lagi hingga akhirnya ketemu satu durian. Saya girang bukan main. Masih tidak puas hati mendapat satu durian, saya mencari lagi menyibakya dengan tangan dan yeey ketemu lagi. Kak Syidah memanggil, 'Ey, cukuplah durian dah dapat.'


'Aah, nak cari lagi.'
Kak Syidah pun balik menyahut, 'gigih betul budak ni, carilah cepat.' Saya girang bukan main karena berkesempatan mencari durian runtuh. Saya tahu bagaimana cara mencari buah di semak-semak. Pasalnya almarhum kakek meninggalkan sepetak kebun rambutan juga langsat di Montasik. Hampir tiap musim rambutan kami tidak pernah membeli tapi langsung petik di kebun. Buah yang menggelinding di rerumputan kami cari sampai ketemu, jika terpijak sayang. Kalau durian terpijak? Ya paling kaki cenat-cenut. 

Durian yang saya dapatkan terakhir malah digigit tupai. Saya memamerkannya pada Kak Syidah. Tidak sia-sia gigih mencari durian sampai lupa kalau durian bisa jatuh ke atas kepala kapan saja. Kami pun bergegas pergi setelah bergaya ambil gambar.



Dan akhirnya saya puas dan bahagia. Aroma mulut bau durian belum hilang, kami memutuskan untuk memakan durian digigit tupai saja. Kata Ayah, buah yang dimakan binatang itu udah pasti manis. By the way, ini juga jadi kali pertama saya bertarung membelah durian pakai tangan lho. Yaah kalau di rumah sih liatin doang si Khalis atau Ayah yang kupasin. Berhubung duriannya sudah matang banget dan sedikit layu kulitnya, jadi alhamdulillah deh berhasil saya buka. Dan betul saja rasanya lebih tingketingtiiing banget! Sampe lupa gimana rasa rendang di kampung, peace

Kampung Durian Kuala Kangsar memang sejuk dan asri. Pemandangan pohon durian tinggi menjulang di depan rumah memanggil aura rindu untuk bisa kembali. InsyaAllah, lain kesempatan. Terima kasih atas jamuannya Sekeluarga Kak Syidah, salam dan sehat selalu di sana. Amin.




8 komentar:

  1. kenangan terindah buat kita bertiga ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi yelaah, jangan lupa siapkan Travelvlog kita yaak. :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Pengen yaak, ntar yaa kita makan di banda. :D

      Hapus
  3. Enak betul! Udah lebih 2 tahun aku gak makan durian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha makanlah, makanya pulang kampung kalau di kota tidak ada durian :p

      Hapus
    2. Itulah, sialnya tiap pulang selalu pas lagi gak musim. Kadang ada yang jual, tapi harganya kayak beli kulkas 2 pintu. Mending kulkasnya dingin, ini barang kw buatan cikampek. yaa.. biar panjang aja komennya. udah lama entah ke mana.

      Hapus
    3. Hahahhaa gitu ya, minimal ntar beli cake rasa durian atau es lilin rasa durian. Hahaha kapan pulang beh?

      Hapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers