UA-89306807-1

Minyeuk Pret, Percikan Kesempurnaan Cinta dari Tanah Rencong

Aarrgh.... Teriakku dalam dada. Saya yang sedang mengendarai sepeda motor ingin sekali melepaskan suara teriakan itu. Tapi, suara saya habis usai berkoar-koar dengan murid berdiskusi konspirasi gravitasi itu tidak ada. Membayangkan minuman dingin membasahi kerongkongan sangatlah menggiurkan. Beruntungnya, dari kejauhan saya sudah mengenali sebuah kedai air penggiling tebu pastilah menyediakan minuman dingin. Tak kesah seorang diri langsung saja memesan segelas air tebu dingin.

Kibasan angin dari pematang sawah menyibak aroma bunga meulu nan harum memanjakan diri. Saya memejamkan mata, menarik nafas panjang sungguh rileks hingga kepenatan perlahan tersapu sudah. Saya melepaskan nafas kemudian menegak air tebu. Sempurna!

Saya menarik manset lengan dan mencium pergelangan dibawah telapak tangan. Wangi bunga meulu masih melekat pada kulit saya. Sangat membahagiakan. Tanpa terasa seulas senyum telah mengembang karenanya. Saya pun baru menyadari sebuah pesan pengingat,
Jika kamu merasa lelah, sedih tidak terkira atau penat dengan rutintas. Tersenyumlah. Perlahan semuanya akan baik-baik saja. (fx)

Menyemprot parfume pada pergelangan tangan kiri sudah menjadi kebiasaan saya sejak dikenalkan dengan yang namanya minyak wangi. Lalu saya mengusap-usap menggunakan pergelangan tangan kanan secara perlahan kemudian menghirup aroma yang telah menempel pada kedua tangan. Saya selalu melakukannya, tidak pernah lupa. 

Pada penasaran, bukan? Parfume apa sih yang sampai bikin saya mengelu-elukan di blog pribadi? Gimana saya enggak antusias untuk sharing, Minyeuk Pret sudah beberapa kali menyelamatkan saya dalam rutinitas yang melelahkan atau sifat lupa saya kambuh. Pernah saya lupa membawa perlengkapan make up, termasuk parfume. Leganya, wangi meulu masih aja melekat pada diri saya. Jadinya mengajar sampai sore hari pun masih segar aja dan bawaanya happy.

Kesegaran yang ditawarkan oleh Minyeuk Pret dengan aroma pilihan wangi bunga meulu berhasil merebut hati saya pada sentuhan pertama. Minyeuk Pret sendiri merupakan parfume pertama yang menceritakan keharuman Bumi Aceh. Diracik oleh Putra Aceh dengan mempersembahkan kesempurnaan nilam terbaik dunia telah menyatu dalam sejarah, heroik, dan kemewahan.

Mengangkat lokalitas bahasa Aceh, Minyeuk Pret tidak lain menceritakan kebiasaan masyarakat Aceh dalam menyebut parfume atau minyak wangi. Saya jadi teringat ketika Almh. Nenek masih ada sering mengingatkan untuk memakai minyak wangi, 'kaleh ka boh minyeuk pret bacut?' tanya Nenek apakah saya sudah memakai minyak wangi sedikit? Sebuah keputusan yang tepat memperkenal Aceh darimana Minyeuk Pret ini berasal.


Minyeuk Pret yang baru menginjak usia 1,5 tahun telah meroket sampai 11 negara dan menjadi pilihan parfume yang dicari warga Indonesia. Pengolahan berasal dari nilam asli dan dikemas cantik dalam takaran 30 ml seharusnya duduk dideretan parfume seharga jutaan. Namun, Minyeuk Pret dapat memanjakan siapa saja hanya dengan merongoh kecek senilah Rp 99.000,- untuk pembelian di seputaran Banda Aceh. Eiits, Minyeuk Pret juga suka menawarkan diskon lho. Beruntungnya saya yang berbelanja pada saat Minyeuk Pret memperingati kemerdekaan 17 Agustus 2016. So, pantengin aja info terbaru Minyeuk Pret di akun Instagram @minyeukpret.

Selain wangi bunga meulu yang didapatkan langsung dari tanah rencong Aceh, Minyeuk Pret juga menyajikan aroma bunga seulanga yang dikenal dengan bunganya para bunga. Biar pun pengolahan berasal dari bunga tidak menutup keserasian bagi para pria. Bagi saya, Minyeuk Pret seperti tidak memilah gender. Sebaliknya aroma kopi yang diracik menjadi parfume, tak sedikit menjadi pilihan para wanita.


Jika saya diberi sebuah pertanyaan yang dinanti-nanti para wanita oleh keluarga pihak mempelai laki-laki,  'pakai parfume merk apa, Dek?' Maka saya pun ingin diantara hantaran pernikahan, Minyeuk Pret tertata cantik dalam balutan kain seuhab. Sungguh memesona, melambangkan kesempurnaan cinta dan kenyamanan menghabiskan hari-hari bersamanya.


10 komentar:

  1. Jadi ingin punya. Apalagi kalau dapatnya dari orang tersayang. Xixixi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kode keras, nih! Ntar kami bilang abangtu ya untuk taruh di asoe talam. :D

      Hapus
  2. Kami juga punya yang aroma Meulu itu. Karena hadiah jadi ga bisa pilih-pilih aroma. Padahal kan pengen yang aroma kopi. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe kopi memang cocok untuk karakter Bangcit. Order aja yang aroma kopi. Eiits, pulang sini dulu biar ga kena ongkir yak. :p

      Hapus
  3. Kami udah lama cari ini minyak, karena pernah disemprot orang sikit. Enak juga baunya hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha tu udah tau kan harus order dimana. Tunggu apa lagi. :D

      Hapus
  4. semakin keren blog dan ulasannya. iya sepertinya nama minyeuk pret ini nggak asing di telinga...

    BalasHapus
  5. Sudah duluan nulisnya sebelum dibuat lomba minyeuk pret, memang deh kak Isni pencinta parfum sejati.

    BalasHapus

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers