UA-89306807-1

Kamu Harus Bisa Melewatinya Sendiri!

photo by google

Kamu harus bisa melewatinya sendiri, kamu harus bisa melewatinya sendiri, kamu harus bisa melewatinya sendiri... Kata-kata terakhir itu masih terngiang hampir dua kali September berlalu. Nia memainkan batang polpen dan memukul pada kening kepalanya. Tangan kirinya digumpal erat. 

"Apa yang kamu lakukan, Nia!' Jeri menarik polpen dari tangan Nia. 'Lihat apa yang kamu lakukan. Bekas lebammu belum hilang, mau kau tambah lagi?' Nia menghela nafas panjang sambil bangkit dari kursi kerjanya mengabaikan Jeri. 

Sekarang Nia di depan dispenser mengganggam gelas kosong. Matanya menatap lantai delapan belas bangunan tepat di depan kantornya. Bagi Nia, bangunan yang dibungkus dengan kaca itu adalah pemandangan yang paling dinikmatinya. Biasanya ia akan berlama-lama di depan jendela sebelum Jeri menegurnya. Tapi kali ini, Jeri tidak menegurnya malah berdiri diam di sana. 

'Apa yang kamu lihat?' Jeri berucap sepatah.

Nia masih memandang bangunan itu tapi menjawab, 'aku seharusnya tidak melewatinya sendiri, Jer.'



0 komentar:

Posting Komentar

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers