UA-89306807-1

14 Kiat Jadikan Kamu Pelajar Graduate On Time (GOT) Walaupun Sibuk Berorganisasi

Bagi saya pendidikan adalah nadi yang harus terus berdenyut. Maka tidak heran jika saya langsung menyanggah pola pikir seorang mahasiswa ketika berargumentasi, 'saya akan menyelesaikan kuliah nanti saja, sekarang mau berorganisasi dulu.' Laki-laki berwajah tampan nan tinggi dibalut jabatan ketua himpunan jurusan langsung terkejut ketika saya timpali kalimat, 'lho, itu keliru. Tidak boleh begitu.' Mendengar ucapan itu dia diam dan menunggu kalimat selanjutnya, 'dengan mengatakan demikian kamu sudah berniat menghambat diri,...'

Cuap-cuap singkat sebelum menyampaikan materi bertema semangat berorganisasi berhasil mengerlingkan pandangan saya pada sudut pandang berbeda. Darah muda ingin terlibat dan dianggap, jika tidak mampu dikawal dengan baik akan menindas tujuan utama masuk ke gerbang kampus. Saya menatap satu persatu wajah polos mahasiswa membayangkan enam tahun lalu berada di posisi mereka. Pada masa ysaya berani mengambil keputusan berorganisasi di dalam bahkan di luar kampus. Tidak ada yang mampu merusak target pendidikan karena ada hukuman yang saya ciptakan sendiri.


So, bagaimana sih berorganisasi tapi kuliah selesai tepat waktu atau bahasa kerennya graduate on time (GOT)? Saya akan berbagi pengalaman apa yang sudah dilakukan sejak duduk di bangku sekolah. 

Malu
Tanamkan sifat malu jika tertinggal. Kedua orang tua bahkan keluarga besar tidak pernah menuntut nilai dari sebuah rapor tapi cukup tahu kalau angka enam itu lebih banyak dari enam koma lima. Juga cukup paham nilai lima kenapa ditulis dengan tinta merah. 

Berteman dengan Teman yang Lebih Baik
Sejak kecil saya sudah suka sok dekat sama teman sekelas yang punya peringkat. Walau pada masa itu pernyataan berteman dengan penjual parfum kecipratan wanginya belum terdengar tapi begitu adanya terjalani sudah. Bersikap baik dengan teman, ajak main apit awe (ayun rotan) minta dia yang loncat saya sorak riang berkali-kali puji walau ia terjatuh. 

Hargai Teman
Siapa sih yang mau dianggap sampah. Habis manis sepah dibuang? Demikian pula dengan teman, mereka bukan tebu yang cuma bisa dihisap manisnya ya. 

Berbagi
Saya belajar dari orang tua ketika membuat bubur kanji dan dilebihkan untuk dibagi kepada saudara-saudaranya. Eh, lain hari kami diantarin kue-kue. Gitu ya gambarannya. Hari ini kita paham bab listrik bantu jelasin ke teman, eh lain hari si teman yang jago bab antariksa, ya pintar-pintar aja. ;)

Sopan
Nah, ini nih yang kudu nggak boleh diabaikan. Enggak cuma sama orang tua, guru atau dosen saja ya kudu sopan tapi juga dengan sesama teman. Minta bantuan juga mikir-mikir, jangan mendhalimi. Ada sok pakai intonasi tinggi lagi, 'eh, kamu kan ketua, buat tu! Aku sibuk!' Langsung deh blacklist namanya.

Jangan Mau Dimanfaatkan
Nah, ini yang kerap dialami oleh kamu pelajar yang merasa diri kurang percaya diri dalam bergaul. Ya kalau enggak percaya diri sekalian aja kagak usah mau ngelakuin. Demi dianggap sahabatan, mau aja ngerjain tugasnya. Drama Bettilapea udah nggak laku lagi, girls. Apalagi yang dimanfaatkan dengan modus pacaran gitu.

Jangan Suka Ambil Manfaat
Percaya deh, ada tipe pelajar yang begini. Pinter banget merayu sampe apa yang dia mau tercapai. Keringat nggak keluar, uang bisa buat nongkrong tapi tugasan selesai di tangan teman. Bagi yang merasa, kapan bermanfaatnya coba?

Pandailah Mengatur Waktu
Organisasi mana sih yang nyuruh kamu bolos kuliah demi ikut rapat kalau bukan kemauan diri sendiri demi terkesan sok sibuk. 

Tetapkan Target
Sama halnya dalam berorganisasi ada yang namanya program jangka panjang, menengah dan pendek. Cobalah untuk menyusun program sendiri.

Beri Hukuman
Ini yang kerap saya lakukan jika ada target yang melenceng dari tercapai. Biasanya saya akan memberi hukuman seperti tidak menggunakan handphone usai magrib, baca buku ini dan itu, kerjain ini atau itu. Pokoknya sesuatu yang bermanfaat dan terasa nggak enak dihukum.

Beri Rewards
Rewards tidak hanyak dalam bentuk benda tapi bisa saja dengan berperjalanan, makan di resto, atau menghadiahkan diri domain baru. Intinya adalah hargai usaha dan jerih payah sendiri.

Komitmen
Tentu saja kamu harus sepakat dengan apa yang kamu akan jalani demi sebuah output yang diinginkan.

Berhenti Mencari Alasan
Alasan adalah salah satu faktor yang menghambat kreatifitas seseorang. Jadi sudah jelas ya, nggak perlu alasan untuk 'nanti saja.'

Istirahat
Saya selalu ingat kalimat sakti ayah. Ucapan ini terlontar manis dari mulutnya ketika saya berulang kali mengeluh lelah memetik cabai merah di kebun, 'kalau lelah istirahat, bukan menyerah.' Sekilo cabai merah yang dibeli seharga enam ribu rupiah terpetik juga setelah berkali-kali istirahat. Intinya, ya kalau capek istirahat, bukan menyerah ya.

So, jangan sesekali rusak niat semangat belajarmu dengan berdalih organisasi dulu, kuliah selesainya nanti saja. 

2 komentar:

Beri jejakmu di sini yaaa... nanti saya balik ngunjung. ^0^
Salam kenal.

Google+ Followers